HP berkamera di-remote … Thursday, Dec 6 2007 

Ada-ada saja kreativitas seseorang dalam membuat sesuatu. Handphone berkamera ini diremote dengan menggunakan perintah SMS, untuk mengcapture gambar dari kameranya, dan kemudian mengirimkan balik hasil pengambilan gambarnya ke pengirim dengan menggunakan MMS. Berikut kutipan dari sang pembuatnya

Want to know what your cat is doing while at work? Send a text message to your newly made surveillance-cellphone and receive pictures and videos seconds later. Sounds like a dream? Not any more!

Berita selengkapnya dapat dibaca di sini

Transparent Proxy Server with One NIC Wednesday, Dec 5 2007 

diagramBasically this is the situation:
I have an ADSL Connection which can give me public IP. I have an old PC which I want to make use of it as a router.

The problem is, the old PC has only One NIC (Network Interface Card) and I’m too lazy to buy a new one. But I want to make it to become a router as a solution for other PCs, so they can also connect to the Internet.

Here are the list of what I want:

1. Create a router
2. Make it as a proxy server
3. Make the proxy transparent

I already setup my SQUID proxy to work on port 3128.

I’m using SQUID proxy server with the version > 2.6, and to make it transparent I add these lines on the /etc/squid/squid.conf :

http_port 3128 transparent
icp_port 3130

As I only have one NIC, I need to create a virtual ethernet, so it can have two different IP address (which of course, can have two different subnet). I’m using Ubuntu Server, so I change it on /etc/network/interfaces

# The primary network interface
auto eth0
#iface eth0 inet dhcp
iface eth0 inet static
        name Ethernet Public IP
        address 2xx.19x.1xx.52
        netmask 255.255.255.248
        broadcast 2xx.19x.1xx.63
        gateway 2xx.19x.1xx.49

auto eth0:0
iface eth0:0 inet static
        name Ethernet alias LAN card
        address 192.168.168.25
        netmask 255.255.255.0
        broadcast 192.168.168.255
        network 192.168.168.0

Here’s the complete script of my Proxy Server, so it can work with only one network card, and work as a transparent proxy for the client. I give it a name /root/makemetransparent.sh

#!/bin/sh

# Squid server IP
SQUID_SERVER=”192.168.168.25″

# Interface connected to Internet
INTERNET=”eth0″

# Address connected to LAN
LOCAL=”192.168.168.0/24″

# Squid port
SQUID_PORT=”3128″

# Clean old firewall
iptables -F
iptables -X
iptables -t nat -F
iptables -t nat -X
iptables -t mangle -F
iptables -t mangle -X

# Enable Forwarding
echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

# Setting default filter policy
iptables -P INPUT DROP
iptables -P OUTPUT ACCEPT

# Unlimited access to loop back
iptables -A INPUT -i lo -j ACCEPT
iptables -A OUTPUT -o lo -j ACCEPT

# Allow UDP, DNS and Passive FTP
iptables -A INPUT -i $INTERNET -m state –state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT

# set this system as a router for Rest of LAN
iptables -t nat -A POSTROUTING -o $INTERNET -j MASQUERADE
iptables -A FORWARD -s $LOCAL -j ACCEPT

# unlimited access to LAN
iptables -A INPUT -s $LOCAL -j ACCEPT
iptables -A OUTPUT -s $LOCAL -j ACCEPT

# DNAT port 80 request comming from LAN systems to squid 3128 ($SQUID_PORT) aka transparent proxy
iptables -t nat -A PREROUTING -s $LOCAL -p tcp –dport 80 -j DNAT –to $SQUID_SERVER:$SQUID_PORT

# if it is same system
iptables -t nat -A PREROUTING -i $INTERNET -p tcp –dport 80 -j REDIRECT –to-port $SQUID_PORT

# DROP everything and Log it
iptables -A INPUT -j LOG
iptables -A INPUT -j DROP

 

Voila ! Now, all PCs under the 192.168.168.0/24 network can connect to the Internet without having to put the proxy server in the browser setting.

– end of story –

The script is modified version from what I read here.

Agnostic Wednesday, Dec 5 2007 

agnostic

Milis kampung-ugm baru rame tentang apa yang mereka sebut dengan roti spekuk yakni ketidakpastian akan sesuatu, dalam hal ini tentang apa yang disebut sebagai Tuhan, Surga, Neraka, yang semuanya tidak dapat dipastikan.

Mumet !, bahasa tingkat tinggi yang mereka pergunakan. Saya mencoba reply barang sekali dua kali, tapi tetap saja saya merasa debat yang terjadi lebih kepada debat kusir. Bagi saya, suatu perdebatan, hendaknya memang diarahkan untuk kerja, bukan NATO (No Action Talking Only).

Berhadapan dengan orang agnostik yang sudah mempersepsikan semuanya dari kacamata negatif (versi saya) memang susah. Semuanya memang diupayakan oleh kaum agnostik ini seilmiah mungkin, tapi tetap saja bagi saya, mereka tidak mampu menjawab perkara-perkara ghaib yang terjadi di sekeliling kita, tapi indra akal sehat dan fisik kita tetap tidak mampu menjangkaunya. Jawaban masalah ghaib yang nyata terjadi di sekeliling kita hanya selalu dijawab, bahwa manusia mengalami ilusi, halusinasi, atau parah lagi, dibohongi.

Suatu pertanyaan saya yang tetap belum bisa dijawab secara “ilmiah” oleh pengikut pemikiran Agnostik ini, “Bagaimana caranya dengan kalimat mantra-mantra tiba-tiba orang bisa terhalusinasi dan kehilangan kesadaran? apakah kalimat mantra tadi memiliki frekuensi tertentu yang membuat manusia jadi linglung dan kemudian menjadi kebal pisau tajam, kesurupan, makan beling, bisa lompat jauh sekali? Apa iya semua penonton dikaburkan matanya cuma dengan ilusi semata, alat optik apa yang dipergunakan sampai mereka semua melihat hal yang sama, orang tiba-tiba bisa kebal tombak yang dihujamkan ke dada mereka, pisau yang tajam sekalipun tak mampu mengiris kulit mereka?“. Kalau saya sih menjawabnya mudah saja, “Paling hanya Jin yang sedang bermain-main dengan mereka.

😉

Anda pernah bertemu dengan orang agnostic ???? Lebih dari sekedar free thinker yang tidak punya agama ….

Pokoknya halal deh Monday, Dec 3 2007 

Muis_Halal_logo

Satu hal yang menarik dari orang Melayu yang saya ketahui di Singapura adalah "ketaatan" mereka dalam masalah halal tidaknya suatu makanan.

Tidak seperti di Indonesia, yang walaupun sebagian besar adalah muslim, tapi kepedulian masalah halal-haramnya makanan masih relatif kurang.

Perusahaan mana saja, yang memproduksi makanan, dapat kapan saja mencantumkan logo halal, dan konsumen juga tidak terlalu perduli terhadap makanan tadi. Paling satu hal yang paling sensitif adalah Babi, lain itu, tentu saja tidak. Apakah prosesnya halal, cara mendapatkannya halal dan seterusnya.

Karena mayoritas muslim tadi lah, makanya sensitivitas muslim Indonesia mengenai kehalalan menjadi kurang. Kita terbiasa makan di mana saja, tanpa peduli apakah makanan yang tersaji halal atau tidak. Pokoknya asal "tancap saja", semua diasumsikan sebagai makanan Halal, bukan suatu perilaku yang baik tentu saja.

Berbeda dengan Singapura yang relatif cukup ketat menentukan Halal Haramnya suatu makanan, di mana di sini tidaklah gampang bagi suatu pelaku usaha menempelkan logo halal sebuah makanan. Bagi yang ketahuan asal tempel, dendanya cukup besar. Sehingga, pengusaha makanan pun akan diaudit secara berkala mengenai kehalalan makanan yang mereka sajikan, tentu jika mereka memasang logo halal.

Tapi ada anekdot yang cukup "menarik" tentang masalah ini, orang Melayu bisa saja mabuk, main perempuan, nggak sholat, dan seterusnya. Tapi masalah halal makanan tetap dijaga. Sehingga ketika ada seorang lelaki yang jalan sempoyongan karena habis mabuk dan main perempuan, ketika sampai di depan stall makanan, dia tidak lupa bertanya ke penjualnya ,"Hai, ini halal tak? …. "

He..he… 😀

Akhirnya … Sunday, Dec 2 2007 

Entah kenapa, beberapa waktu terakhir, selalu saja server yang dipakai buat ngehost blog ini bermasalah. Sampai-sampai harus memindahkan datanya dari server satu ke server lain, kemudian memindahkan NSnya ke satu server ke server yang lain.

Dan permasalahan yang terjadi pun mirip, yakni hard disk failure. Yang mengakibatkan direktori /tmp di Server Linux jadi tidak bisa ditulisi alias read only. Semoga permasalahan ini cepat selesai. Untuk sementara blog ini “terpaksa” diungsikan sejenak ke server yang lain.

Gak enak juga sama temen-temen yang ngeHost di server yang dipakai ini. Walau data-data mereka sudah kubackup semua, tapi tetap saja downtime selalu menjadi hal yang sulit ditebak. Karena hampir satu tahun menggunakan server ini, hampir jarang sekali permasalahan terjadi. Justru setelah beberapa kawan mulai ikutan “nebeng” di server yang sama, malah masalah-masalah bermunculan … hu..hu…

Semoga server yang satunya lagi cepat sehat. Jadinya gak pusing-pusing terus menerus … hffff….

(oalah) Patent Infringement Thursday, Nov 29 2007 

Patent Infringement? Makanan apaan sih?

Gampangnya, patent infringement adalah pelanggaran atas hak paten yang memungkinkan si empunya paten dapat menuntut orang/lembaga lain yang menggunakan hak paten miliknya tanpa membayar royalti, untuk kemudian diwajibkan oleh pengadilan untuk membayar pelanggaran atas hak paten yang dia miliki.

Quote dari wikipedia:

A patent provides the proprietor of that patent with the right to exclude others from utilizing the invention claimed in that patent. Should a person utilize that invention, without the permission of the patent proprietor, they may infringe that patent.

Pernah dengar OLPC kan? One Laptop Per Child? Yakni laptop yang didesain untuk anak-anak yang tinggal negara-negara berkembang atau negara-negara miskin, agar mengurangi digital gap antara mereka dengan anak-anak di belahan dunia lain yang lebih maju. Semua tahu bahwa tujuan pengadaan laptop murah ini memang ‘mulia’, yakni agar anak-anak di negara berkembang dapat pula merasakan dunia digital, mendekatkan mereka dengan jendela informasi, dan lain sebagainya.

Tapi ternyata, OLPC baru-baru ini "disandung" dengan kasus patent infringement, dan mereka akan dituntut untuk membayar sekian dolar (entah ribu entah juta) karena ada perusahaan yang merasa bahwa hak paten mereka, yakni dalam kasus ini, pembuatan keyboard multilingual telah dilanggar oleh penyelenggara OLPC yang setahu saya tujuannya adalah untuk non-profit.

Saya bukanlah pakar hukum yang tahu persis, tapi (orang jawa bilang) mbok ya o, laptop ini kan tujuannya sosial, tidakkah mereka bisa mengukur? Atas nama hukum, ketamakan dibungkus dengan legalitas, sifaat greedy yang bahkan tidak peduli dengan nasib kaum terbelakang yang bisa maju dengan adanya laptop murah tadi.

Benar-benar paten telah menjadikan mereka para penuntutnya kehilangan jiwa humanitarian mereka, yang ada di kepala mereka cuma … duit…duit … dan duit *sigh*. Seharusnya mereka malah mensupport OLPC dengan memberikan dukungan kepada laptop ini, agar lebih berkembang.

Patent Infringement ini pula yang dahulu pernah diucapkan oleh Steve Ballmer direkturnya Microsoft yang "gerah" melihat perkembangan Linux, sehingga komunitas Linux pun dituduh menggunakan paten mereka secara illegal dan siap-siap menghadapi tuntutan mereka.

Karena paten ini pula lah, kita tidak bisa menjual batik di Malaysia karena klaim yang dilakukan oleh Malaysia, sebagaimana tempe yang dipatenkan Jepang, dan lain sebagainya.

Come on, you are human guys ! Your greed will never make you satisfied. The more money you get from your greediness, the more you want it. Just the same as you drink the seawater, the more you drink, the more you get thirsty. Shame on You !!!

Sumber berita dari Computerworld.

Malaysia memang tidak ada matinye Wednesday, Nov 28 2007 

Sudahlah sudah …. sudah terlalu banyak cerita “pembajakan” budaya oleh Malaysia, lagu Rasa Sayange, Batik Pekalongan, Tari Barongan yang mirip Reog Ponorogo, kemudian Angklung.

Saking nggak punya cita rasa budaya, sekarang lagu anak-anak pun ikutan “diembat” oleh seniman Malaysia …

Ampun deh … memang tidak ada matinye usaha pembajakan budaya Indonesia, sampai lagu anak-anak pun dibajak … ha..ha…

Dengerin aja lagu yang berikut ini, ambil abis dari lagu abang tukang baksonya melisa + bintang kejora …

Sumber info dari post kronologger yang dipost kang Soemandjaja.

Muslim (Indonesia) yang O’on Tuesday, Nov 27 2007 

Di salah satu milis yang saya ikuti, ada cerita (atau mungkin protes), kenapa orang barat yang sekuler, atau mungkin negri Singapura yang mayoritas non muslim, bisa lebih bersih, lebih tertib, lebih disiplin dan seterusnya,  ketimbang negara Indonesia (atau mungkin negri yang mayoritas muslim lainnya).

Satu hal yang pasti, tingkat pendidikan kita yang rendah, suka tidak suka, mau tidak mau juga menjadi salah satu faktor penting "kebobrokan" bangsa kita. Pemahaman agama Islam yang hanya difahami secara "fiqh" saja, dengan implementasi "nol" di lapangan. Padahal, Islam sendiri datang bukan hanya mengurusi masalah fiqh, hadats dan najis, halal dan haramnya sesuatu, tapi dia datang sebagai guidance bagi manusia, yang menjadi ideologi bukan sekedar Undang-undang dan peraturan semata.

Untuk itu, mari kita buat sebuah daftar "kesalahan" yang sering dilakukan oleh muslim, sehingga layak bagi mereka disebut O’on. Sebagai catatan, Muslim yang O’on tidaklah sama dengan Islam, tapi mereka memang O’on terhadap Islam itu sendiri.

1. Kebersihan

Rasulullah SAW bersabda, النظيفة من الايمان

Bahwa kebersihan itu adalah sebahagian dari Iman

Pada kenyataannya, bangsa (muslim) Indonesia, tidaklah memiliki pola kehidupan yang bersih. Ngupil Buang sampah sembarangan dan tidak pada tempatnya, seperti di jalan, di sungai, dilempar dari jendela mobil. Sering bangsa (muslim) Indonesia memprotes pabrik yang membuang limbah secara sembarangan, padahal ternyata polusi yang ditimbulkan limbah rumah tangga juga tidak kalah membahayakan

2. Profesional dalam pekerjaan

Rasulullah SAW bersabda, إن الله يحب إذا عمل أحدكم عملا أن يتقنه

Bahwa Allah mencintai apabila sesorang beramal dengan amalan yang "perfect" (professional)

Harus disadari bahwa budaya menjalankan pekerjaan secara professional belum menjadi ruh bagi pekerja (muslim) Indonesia. Bagaiamana mereka datang jam 9 dari seharusnya jam 8 pagi, kemudian setelah itu sibuk bikin kopi, baca koran pagi, memberikan pelayanan jam 11 pagi, jam 14 loket sudah tutup dengan alasan pekerjaan menumpuk padahal jam tutup kantor jam 16 (pernahkah anda mengalami hal seperti ini? saya pernah !!! ). Bagaimana mungkin bisa maju, jika pekerjaan tidak lah dilakukan secara professional

3. Menghargai waktu

Dalam Islam kita mengenal, الوقت كا السيف

Bahwa waktu adalah sebagaimana pedang; jika dia tidak melukai musuhmu, maka dia akan melukaimu sendiri

Betapa banyak di antara kita yang menyia-nyiakan waktu kita, berlalu begitu saja, tidak pernah berusaha memberikan yang terbaik dengan waktu yang kita punya. Betapa sering (mungkin saya juga termasuk … hiks) kita tidak tepat waktu ketika berjanji, membiarkan orang lain menunggu sampe bulukan, padahal kita sendiri nggak pernah suka kalau nunggu orang lain. Betapa waktu tidak pernah kita sadari keberadaannya

4. Belajar (sepanjang hayat)

Rasulullah SAW bersabda, طلب العلم فرضة على كل مسلم

Menuntut ilmu (hukumnya) adalah  wajib bagi setiap muslim (dan muslimat)

Malangnya, minat baca bangsa kita termasuk rendah (walau Malaysia lebih rendah, kalau kata detik – sayang link URL gak ketemu – ), malas untuk belajar banyak hal, belajar untuk memperbaiki diri, memperbaiki lingkungan, merasa puas dengan yang ada, bahkan menganggap sudah cukup, dan menganggap sudah tahu banyak hal.

Hal yang sering menjangkiti para orang tua di Indonesia, yang menganggap lebih pintar dibanding kaum mudanya (makanya masih pada nyalon presiden, pada kagak nyadar tuh mereka he..he…), padahal sebenarnya mereka kalah pintar. Kenapa? Karena pada malas belajar. Makanya seperti iklan salah satu perusahaan rokok di Indonesia ,"Kalau belum tua, belum boleh bicara", padahal belum pasti yang lebih tua lebih pintar.


Kalau mau ditelusuri lebih banyak lagi, akan makin banyak ke-o’onan, bangsa (muslim) Indonesia, yang mereka sendiri tidak pernah faham dengan apa yang ada dalam Islam itu sendiri. Kalau kata Imam Al Ghazali, bak orang Gila, yang senantiasa melakukan pekerjaan (‘amal) tapi nggak tahu kenapa mereka melakukannya. Sholat, ya sholat, tapi mabuk ya tetap jalan. Zakat ya zakat, tapi korupsi ya tetap jalan. Terlalu banyak embel-embel kebodohan (dari Islam) yang bisa dilekatkan di "jidat" mereka.

Ah, seandainya saja, orang Islam memahami Islam secara benar, tentu mereka akan tahu, bahwa kebaikan, dan kemuliaan ISLAM itu benar-benar exist, nyata keberadaannya. Masalahnya adalah, masih banyak saudara kita yang sengaja menjerumuskan saudara-saudara muslimnya untuk ikut terjerumus ke dalam kebodohan (atas ISLAM) bersama dengan dia. Apalagi dengan melabeli orang yang belajar Islam dengan baik akan menjadi teroris, orang kaku, gak gaul, tidak bisa bermasyarakat, dan seterusnya, dan membuat orang semakin takut untuk belajar lebih giat tentang Islam ini.

Sungguh kasihan sekali umat muslim (Indonesia) …..

Negri tanpa musim Tuesday, Nov 27 2007 

Jika anda sempat untuk pergi jalan-jalan ke Singapura, mungkin akan anda temukan “suasana” cuaca yang sedikit berbeda dengan di Indonesia pada umumnya. Di Singapura, cuaca boleh dibilang cukup “aneh”, barangkali mungkin karena letak geografisnya yang di katulistiwa.

Contoh cuaca yang aneh misalnya, dalam satu wilayah kecil dengan radius kira-kira hanya 3 km, sangat mungkin sekali terjadi di satu tempat hujan sangat deras sekali, sementara di tetangga sebelah, panas ngenthang-ngenthang, alias panas sekali. Hal yang jarang saya temui di Indonesia. Pernah suatu ketika saya sholat Jum’at di masjid, yang saat itu hujan deras luar biasa, selesai Jum’atan waktu balik ke kampus NTU, ternyata cuaca terang benderang, panas, dan tidak nampak sisa hujan barang sedikitpun, padahal jarak antara masjid dengan kampus kira-kira hanya sekitar 3 km (pake hitungan jalan raya, kalau ditarik garis lurus mungkin kurang dari 2 km).

Hujan di sini juga bisa turun kapan pun, tahu-tahu langit jadi hitam kelam, padahal tadinya panas sekali, dan dalam waktu singkat hujan turun dengan derasnya. Boleh dibilang kejadian ini berlaku sepanjang tahun, meski hujan memang lebih banyak turun di akhir tahun. Maka tidak heran, jika kemana-mana banyak orang Singapura, termasuk juga saya, kemana-mana selalu membawa payung. Karena memang suka tidak suka, siap tidak siap, kapan pun hujan bisa datang.

Beda dengan waktu di Jogja, kalau nggak musim hujan, ya bisa diperkirakan kalau cuaca bakalan panas, tidak perlu membawa payung, jas hujan, mantel, ponco, dll. Sebaliknya kalau musim hujan, ya harus siap setiap saat. Tapi di Singapura, kapan pun sebaiknya kita membawa payung. Karena di sini memang hujan turun sepanjang tahun. Meski anehnya, cuacanya tetap puaaaaanaaassss sekali.

So, jika berminat berkunjung ke Singapura (terutama buat teman-teman kronologger yang tahun depan mau nonton F1 di Singapura), jangan lupa pake payung, kalau jalan-jalan pake kaos katun yang nyaman, karena cuaca bakalan panas, dan pake sepatu yang kuat, karena harus siap-siap jalan kemana-mana (tapi jadi sehat kok …)

My Internet Explorer in Ubuntu Gutsy Gibbon Monday, Nov 26 2007 

Seperti yang anda lihat, karena saya sering mendesain Website, sementara saat ini working environment saya ada di Ubuntu Gutsy, saya butuh ngecek kompatibilitas website yang saya buat dengan Internet Explorer. So, mau nggak mau harus install Internet Explorer di Ubuntu “tercintah“.

Caranya nggak susah kok, cukup lakukan beberapa langkah berikut ini

Pastikan anda sudah menginstall Wine (windows emulator) dan cabextract, jika belum jalankan perintah berikut

#sudo apt-get install wine cabextract

Kemudian download script untuk instalasi yang bisa didownload dengan perintah berikut

#wget http://www.tatanka.com.br/ies4linux/downloads/ies4linux-latest.tar.gz

Kemudian ekstrak file hasil downloadan tadi dengan perintah

#sudo tar xzvf ies4linux-latest.tar.gz
#cd ies4linux-*/
#sudo ./ies4linux

Tinggal ikuti perintah dalam script tadi, pastikan anda install IE 5 SP2 dan SP1 nya (pokoknya jawab y terus aja)
Setelah semua perintah selesai dikerjakan, dia akan mendownload beberapa file-file yang dibutuhkan untuk menginstall Internet Explorer tadi, silakan disambi makan pisang goreng, teh anget, sama biskuit …he…he…

Setelah semua selesai didownload, jalankan perintah ini
/root/bin/ie5 : Untuk menjalankan Internet Explorer 5
/root/bin/ie55 : Untuk menjalankan Internet Explorer 55
/root/bin/ie6 : Untuk menjalankan Internet Explorer 6

Jadi, masih enggan untuk mencoba mbak Gutsy ? 😉

« Previous PageNext Page »