Alternatif Visio Friday, Dec 7 2007 

visio-price Bagi anda yang sering menggambar diagram, kalau saya biasa untuk menggambar diagram jaringan (network diagram / topology), dulu saya sering pakai Visio. Memang keren sih, tapi ya itu, dulu (sekarang masih gak ya? ..he..he..) masih menggunakan produk bajakan. Tahu sendiri lah, harga Visio yang selangit.

Per produknya aja kalau dirupiahkan berkisar 3 juta sampai 6 juta sendiri. Ya mana ike sanggup buat beli. Apalagi dipakainya personal, kalau korporat sih mungkin tidak terlalu masalah. Jadi, mau nggak mau harus cari alternatif pengganti, karena dipakainya toh untuk personal.

Sebagai alternatif Visio yang mahal, saya memilih menggunakan produk yang sifatnya Online, jadi selain tidak perlu install-install, dokumen juga disimpan di Internet sana. Tapi jangan salah, meskipun disimpannya online, tapi bisa didownload kok, dalam bentuk JPEG, TIFF, sama SVG (Scalable Vector Graphics). Dan tentu saja bisa kita impor ke dalam dokumen kita.

imageProduk yang sekarang saya pakai adalah Gliffy. Dengan menggunakan produk ini, kita dapat membuat beberapa jenis diagram, seperti:

1. Floorplan, untuk diagram arsitektur
2. Flow Chart, membuat diagram alir
3. UML, untuk diagram program OOP
4. Entity-Relationship, dipakai buat
    merancang database
5. Network, untuk jaringan komputer
6. User Interfaces, untuk mendesain
    antarmuka software
7. Basic Shape, berupa geometri dasar

Dengan jumlah dokumen maksimum sebanyak 5 buah untuk versi gratisnya, saya kira sudah cukup memadai lah. Apalagi jika anda menggunakan gmail, bisa dibuat trik, cukup dengan satu email, tapi bisa daftar/sign-up berkali-kali (pegimane caranye? …he..he… lain kesempatan deh … Insya Allah dikupas tuntas …), sehingga dokumen anda bisa lebih dari lima (bahkan unlimited), dan tentu saja gratis. Dokumen ini tentu saja agar kita bisa mengedit kembali, kecuali anda membuat dokumen sederhana yang bisa dibuat ulang dengan mudah sehingga tidak perlu menyimpannya.

Alternatif yang lain adalah produk dari Autodesk yang bisa dibuka di sini, tapi tampilannya masih “relatif” sederhana dan kalah sama Gliffy, meski fiturnya juga tidak kalah. Terserah anda mau pakai yang mana, hanya saja sementara ini saya lebih sering pakai Gliffy. Cuma ada kelemahannya sih, kalau dibuka pake Firefox (di Windows, saya belum bandingin di Ubuntu saya), kadang suka hang.

Jadi, walaupun belum bisa bebas 100% dari produk bajakan, tapi setidaknya kita coba kurangi lah. OK !

😉

Detik pun mulai menggunakan tautan Monday, Nov 19 2007 

detik-tautan Layaknya dunia blog yang biasanya dalam postingannya memiliki tautan-tautan (permalink), untuk memberikan informasi kepada pembaca, darimana si penulis melakukan referensi tulisan, maka detik [dot] com pun kini melakukan hal yang sama.

Seolah tidak mau kalah saingan, karena pangsa pasarnya barangkali mulai digeser oleh situs alternatif ala blog, maka tautan-tautan pun mulai disematkan dalam beberapa berita detik. Seperti yang nampak di gambar di atas, beberapa kata mulai diberikan tautan permanen oleh detik, agar pembaca dapat langsung merefer ke tulisan tersebut.

Tinggal selangkah lagi, barangkali detik perlu memuat sindikasi (RSS) ke websitenya, jalan menuju news blog akan semakin terbuka. Sehingga tidak ada lagi sindikasi ilegal dari detik.com yang saat ini banyak beredar di internet.

Masalah iklan? Jangan khawatir, selama ini saya berlangganan beberapa sindikasi dari website-website IT ternama seperti computerwold dan kawan-kawannya, dalam sindikasinya pun ada iklan-nya. Pengiklan masih dapat beriklan di detik dengan tenang, tanpa khawatir tidak ada lagi yang membuka iklan mereka. Toh saya yakin, pelanggan RSS seperti saya jumlahnya tidak sebanyak ketimbang pembaca normal yang harus menuju ke website detik tadi. RSSnya pun juga bisa dibuat hanya memuat excerpt (bagian kecil) dari posting berita detik, kalau mau membaca lebih detail tinggal bawa ke websitenya langsung.

Jadi, buat detik [dot] com, tunggu apa lagi? Nampaknya wordpress cukup bisa memfasilitasi kok … he..he.. 😉

UPDATE:
Tadi pas saya nulis, lupa belum buka RSS di computrworld, ternyata gak ada, adanya dari RSS yang lain. Bagi yang ingin tahu Advertisement di RSS, bisa telusuri link di sini.

Serba two point zero (2.0) Thursday, Nov 15 2007 

Web 2.0 memang sedang menjadi wabah. Segala sesuatu yang lebih bersifat personalized, lebih bersifat jejaring sosial, dan lebih bersifat user generator / contributor menghinggapi segala macam jenis layanan Internet.

Blog, wiki, social networking ala friendster, orkut, dan facebook ternyata tidak cukup. Denger-denger dari sini, katanya Yahoo dan Google akan membuat Email 2.0. Yang konon katanya email yang akan lebih berasa “Aku-nya”. 

Dengan kelengkapan jaringan yang sudah dimiliki, termasuk mungkin address book kita di email gmail maupun yahoo, email 2.0 ini akan menjadikan email semakin hidup. Dimana email akan terhubung dengan profil pribadi. Kalau sekarang ketika kita malas menerima email dari orang yang tidak kita suka, dengan membuat filter dan membuangnya ke folder antah berantah, boleh jadi kelak dengan jaringan sosial yang dibangun, bisa saja seseorang memutuskan untuk tidak menyukai orang lain, dan membuat semua email yang dikirim dari dia otomatis masuk “bak sampah”, cukup dengan mengatur hubungan “pertemanan” ala friendster tadi di layanan email. Atau sebaliknya, terhadap orang yang dirasa sangat penting, maka boleh jadi email tadi akan langsung terkustomisasi, semisal seperti di forum, ada sticky email, yang senantiasa mengingatkan kita akan sesuatu, seperti misalnya “surat pertama diterima kerja dengan gaji 10 juta 😉 ”  he..he.. atau mungkin email-email lain (barangkali anda lebih tahu …)

Setiap email dari kita akan memiliki fitur yang boleh jadi berbeda-beda sesuai dengan tipe kita masing-masing. Bayangkan saja friendster atau facebook atau orkut yang digabungkan dengan email. Campur aduk, gak tahu nanti hasilnya seperti apa.

Yang jelas katanya sih Yahoo juga akan menyiapkan apa yang mereka sebut Inbox 2.0. Kalau Google mungkin sudah mengawali dengan iGooglenya yang entah nanti dalam layanan integrasi email akan dibuat apa lagi.

Sebenarnya 2.0 ini akan lebih ke arah user generated content dan content collaboration, atau malah yang terjadi adalah ekspos diri besar-besaran yang lazim disebut sebagai “gila narsis” ala Internet ? Bagaimana menurut anda?