Agama dalam bisnis / politik Friday, Dec 14 2007 

Meski secara statistik, jumlah pemeluk kristiani di Singapura tidak lebih dari 15 persen, akan tetapi, jauh-jauh hari sebelum natal (atau orang melayu cakap “Krismas”), berbagai kawasan bisnis mulai menyambut natal dengan berbagai pernak-perniknya. Semua karyawan toko diminta untuk berpakaian ala santa, suasana yang dibangun pun sama. Walaupun mereka bukan kristen, akan tetapi karena acara natal ini adalah acara yang mampu menghasilkan “duit luar biasa”, tentu bukan even yang bisa dilepaskan begitu saja. Dan saya kira, banyak juga orang yang tahu, bahwa pemaknaan natal bagi orang kristiani pun menjadi kurang karena “nyawa” bisnisnya lebih terasa.

Barangkali mirip dengan di Indonesia, menjelang Idul Fitri, “denyut bisnis” terkadang mengalahkan suasan “relijius” yang sebenarnya diharapkan dari bulan Ramadhan. Sehingga orang-orang yang diharapkan belajar lebih baik dengan bulan Ramadhan, malah disibukkan dengan”hingar-bingar” bisnis sampingan di bulan Ramadhan.

Saya masih ingat juga, mungkin sekitar 15 tahun yang lalu (saya lupa tepatnya), ketika itu pertama kalinya saya dan keluarga dan juga tetangga mulai berbeda lebaran dengan pemerintah cq. pak harto saat itu yang jadi penguasa. Saya masih ingat, saat itu hendak dibuat semacam kemeriahan dengan bedug raksasa, yanga acaranya sendiri menghabiskan satu milyar kalau tidak salah. Tentu akan menjadi kerugian yang luar biasa ketika ternyata lebaran maju satu hari, pawai yang sudah disiapkan tentu menjadi sia-sia.

Nah, berbicara masalah ini, ketika mbah Dipo bercerita masalah Idul Adha 1428H, saya pun jadi ikut tanda tanya? Sebenarnya Saudi itu punya ilmuwan yang mampu memberikan pencerahan kepada negaranya tidak sih? Bagaimana mungkin secara teori bulan masih 5 derajad di bawah ufuk, yang secara teori sangat tidak mungkin melihat bulan, kok ya percaya sama orang yang ngaku-ngaku sudah melihat bulan? Kalau secara teori sudah di atas 0 derajad, saya masih mungkin mempercayai ada yang melihatnya, tapi yang satu ini jelas-jelas di bawah 5 derajad, kok ya percaya begitu saja.

Jelas, ibadah haji adalah “bisnis” yang boleh dibilang luar biasa, 2 juta orang, datang pada saat yang sama, membawa riyal dan seterusnya. Saya masih belum bisa faham, apakah ada faktor bisnis atau politik di belakang keputusan kontroversial Saudi saat ini? Semestinya ulama di Saudi sana juga dibekali ilmu hisab agar rukyat-nya juga nggenah, sehingga tidak lagi memunculkan pendapat kontroversial semacam ini (mirip dengan kasus matahari mengelilingi bumi yang difatwakan ulama saudi, di mana orang tidak faham ilmu astronomi, tapi main fatwa tentang astronomi secara ngawur). Secara personal saya pun lebih “dekat” dengan “rukyat”, akan tetapi hisab juga harus dipakai dalam rangka mendapatkan hasil rukyat yang lebih akurat.

Advertisements

my-indonesia.info, menelusuri dalang 17.5 milyar Tuesday, Dec 11 2007 

17,5 Milyar rupiah untuk website my-indonesia.info ? Pasti semua orang protes. Duit segitu diapain aja. Untuk itu kita telusuri kisah pewayangan dan dalang dari situs ini.

Pertama, klaim seperti yang dimuat di detikinet, bahwa website ini ditampung empat negara, yakni di Amerika Serikat (Benua Amerika), Singapura (Asia), Eropa, dan Australia. mari kita buktikan melalui catatan DNS server. Jika memang benar servernya ada empat (untuk mirroring), sehingga benua lain tetap cepat mengaksesnya, semestinya “A” record-nya juga tidak cuma satu. Sebagai contoh, bandingkan result google.com dan my-indonesia.info

image image

Dari A record, google yang servernya banyak, memunculkan 3 buah IP address, artinya bisa diakses ke tiga-tiganya. Sementara my-indonesia.info hanya memuat 1 IP address saja. Bagaimana jika IP address ini diserang? atau ada error di jaringan? Ya tentu website akan langsung down. IP 203.211.140.139 adalah IP address di Singapura, yakni di Qala data center. Konon sih (bisa diklarifikasi ulang), Qala adalah data center termurah di Singapura, karena backbone mereka yang tidak sekuat data center yang lain. Setahu saya, untuk sewa satu rack di data center Qala adalah sekitar 900 dolar Singapura, atau kira-kira 5,8 juta rupiah per bulan.

Khusnudzon (prasangka baik) saya, kementrian pariwisata sewa selama 10 tahun langsung kali :), makanya dananya begitu besar !!!

Jadi klaim server di empat benua, saya ragukan. Coba kita telusur lagi di DNSnya.

image image

Aha, mungkin ini jawabannya, bukan servernya yang ditaruh di empat benua, tapi DNS servernya, meski dalam hal ini cuma dua, satu di UK, satu lagi di Australia. Memang DNS server yang makin dekat dengan user yang mengakses, akan mempercepat respon, tapi hanya respon query DNS, kira-kira kecepatan mencari alamat yang tepat dari buku telepon, selebihnya kecepatan website tergantung kecepatan dari server yang di Singapura. (sudah saya tes, via proxy di jerman, untuk membuka blog ini sama situs my-indonesia.info lebih cepat blog ini ..he..he..).

Sekarang, coba kita telusuri kapankah domain ini dibuat?

image Walaw e…  !!! Ternyata domainnya dibuat hampir empat tahun yang lalu. Artinya biaya 17.5 milyar ini dipake selama empat tahun, dan baru dipublikasikan sekarang. Hebatnya lagi, dipublikasikan kira-kira dua bulan sebelum domain ini expired. Ampuh tenan !!!

Opo tumon??? Sebuah website sampe empat tahun, baru menjelang domainnya kadaluarsa websitenya baru nongol. KECUALI domain ini dibeli seseorang, misal pengusaha hotel wisata mana gitu, abis itu dijual ke pemerintah sebesar 1 milyar :-D. Eh, jangan-jangan memang benar, yang beli domain ini tadinya pengusaha hotel. Mari kita telusuri kembali.

image Nampaknya indo.com selaku pemilik DNS dari situs my-indonesia.info adalah pengusaha hotel. Semua website yang ditampung di servernya adalah tentang hotel.

Eits…tunggu dulu, beberapa banyak website yang saya tes dari server ini, ternyata isinya cuma iklan ad-sense. Gak ada situs hotel beneran di sana. Wah jadi curiga nih, siapa sebenarnya pelakunya???

Ataukah mereka cuma pencari untung dari domain name? Wallahu a’lam

Kita lanjutkan petualangan kita, jadi kira-kira siapa sebenarnya “dalang” dari 17.5 milyar ini? Sebuah website yang butuh waktu 4 tahun sebelum diluncurkan, yang bahkan sejak sebelum SBY jadi presiden, domainnya sudah dibeli. Adakah nuansa “gelap-gulita” (udah, baca aja korupsi !!!) menyelimuti website ini? Perlukah saya lapor ke SBY? Kalau website ini penuh dengan “hal-hal aneh” !

Jawabnya: saya tidak tahu ! 😀

UPDATE:
Saya baru nemu lagi catatan yang lain. my-indonesia.info juga dihost di USA, hanya saja di bawah subdomain us.my-indonesia.info. Dari catatan servernya, nampaknya dahulu my-indonesia.info juga pernah di host kesana, begitu pula dengan indonesia.travel. Tapi sekarang sudah dipindah di Asia Tenggara (Singapura), mungkin mereka merasa aksesnya lambat, karena web-web tercantum di bawah ini diaksesnya dari Singapura pun relatif lambat sekali. (catatan: hanya blogs dan forum [dot] my-indonesia.info dan indonesiatourisminfo.com, dan my-indonesia.com yang masih di host di sana, selainnya sudah dipindahkan ke Singapura atau malah sudah mati).

image image

Whois dari my-indonesia.com memang menunjukkan yang punya orang spesialis iklan dan pariwisata.

Malaysia memang tidak ada matinye Wednesday, Nov 28 2007 

Sudahlah sudah …. sudah terlalu banyak cerita “pembajakan” budaya oleh Malaysia, lagu Rasa Sayange, Batik Pekalongan, Tari Barongan yang mirip Reog Ponorogo, kemudian Angklung.

Saking nggak punya cita rasa budaya, sekarang lagu anak-anak pun ikutan “diembat” oleh seniman Malaysia …

Ampun deh … memang tidak ada matinye usaha pembajakan budaya Indonesia, sampai lagu anak-anak pun dibajak … ha..ha…

Dengerin aja lagu yang berikut ini, ambil abis dari lagu abang tukang baksonya melisa + bintang kejora …

Sumber info dari post kronologger yang dipost kang Soemandjaja.

Hard Disk Tipu-tipu Friday, Nov 2 2007 

Entah karena ketidakberdayaan kustomer atau alasan yang lain, sebenarnya kita semua mungkin sudah tahu bahwa hard disk yang kita beli ukurannya selalu lebih kecil daripada apa yang kita lihat di bungkusnya. Berikut perhitungan tipu-tipuannya

80 Gbytes versi pabrik = 80,000,000,000 bytes, sementara versi terbaca oleh PC adalah 74.505806 gigabytes

120 Gbytes versi pabrik = 120,000,000,000 bytes, sementara versu terbaca oleh PC adalah 111.758709 gigabytes  

Pada hakekatnya kita ditipu mentah-mentah oleh perusahaan pembuat hard disk semacam Seagate, Maxtor, dkk. Terutama yang saya tahu adalah Seagate. Saat ini ketika saya menulis tulisan ini, ada sebuah harddisk 80 Gbytes Barracuda 7200 ATA di hadapan saya. Di sana jelas-jelas terpampang tulisan ukuran sebesar 80 Gbytes yang seharusnya memiliki ukuran asli sebesar 85,899,345,920 yang berarti ada perbedaan sekitar 7 persen dari ukuran hard disknya, karena ketika dibaca oleh sistem operasi hanyalah berukuran 80,000,000,000 bytes alias sekitar 74.5 Gbytes.

Penipuan kah? Jelas iya. Beruntunglah konsumen Seagate di USA sana, karena berdasar keputusan pengadilan, mereka akan mendapatkan kompensasi kekurangan bytes yang ditipunya kepada konsumen berupa uang kompensasi, atau berupa backup atau free software.

Kira-kira, bisakah YLKI Indonesia bisa menuntut Seagate Indonesia? Supaya kita juga bisa beroleh benefit yang sama?

referensi berita : Computerworld

Akhirnya dibajak lagi Thursday, Oct 25 2007 

Waduh, rasanya dah lama sekali tulisan saya tidak dibajak orang. Dan ternyata kali ini ada satu lagi tulisan saya yang dibajak. Hebatnya lagi, yang dibajak adalah tulisan saya (yang ditulis dengan penuh emosi saat itu) yang bercerita tentang pembajakan, yakni tulisan yang berjudul, "Cara aman membajak tulisan" !! Ada dua blog lagi yang mentah-mentah mengcopy paste tulisan saya.

Tulisan asli saya yang dibajak bisa diakses di sini.
Tulisan itu merupakan curhat saya karena beberapa tulisan saya yang dengan semena-mena dibajak orang lain.

Alhamdulillah, blog saya ini bukanlah blog seleb, sehingga sampai dengan saat ini kelihatannya tulisan bajakannya juga masih belum teridentifikasi oleh khalayak umum.

Untuk pembajak pertama, nampaknya blog milik dia ini memang blog spesialis copy paste blog lain, yang sungguh disayangkan dia tidak pernah memuat permalink sumber tulisan yang dia buat. Padahal dia memuat disclaimer, bahwa yang copy paste dari dia hendaknya mengucapkan terima kasih kepada dia (bukan berarti saya juga menuntut dia berterima kasih, tapi cukup menginformasikan ke saya atau rekan yang lain dengan memuat permalink/URL tulisan saya, paling tidak saya tahu bahwa ada yang mengutip tulisan saya).

Blognya bisa diakses di sini.
Tulisan saya yang dibajak bisa diakses di sini.

Untuk pembajak kedua, sebagai blogger pemula (paling tidak catatan awal dia memulai blog baru bulan September 2007 yang lalu), mungkin dia masih belum tahu caranya ngeblog. Sehingga asal copy paste tulisan orang dalam rangka mengentri blognya yang masih kosong. Sebagai pemula, mungkin masih bingung, blog yang baru saja dibuat hendak diisi apa, sampailah dia ke blog saya, dan terjadilah apa yang sudah terjadi, pembajakan dimulai kembali.

Blognya bisa diakses di sini.
Tulisan saya yang dibajak bisa diakses di sini.

Hanya sayangnya keduanya tidak mengikuti saran membajak yang baik seperti yang tertulis di tulisan saya, makanya saya malah bisa tahu bahwa tulisan saya sedang dibajak habis ;-). Lain kali kalau mau copy paste, mustinya tahu lah apa yang sedang dicopy paste tadi.

Setidaknya saya jadi tahu, bahwa para pembajak akan mendapatkan kenaikan trafik, karena biasanya yang dibajak malah akan selalu mereferkan pengunjung untuk mengunjungi blog pembajak mereka. Mungkin saja anda setelah ini akan mengunjungi website pembajak saya. Iya kan? 😀

Siapa yang lebih loyal? Sunday, Oct 21 2007 

Pertanyaan ini dimunculkan dalam salah satu trailer acara di Channel 5 Singapura, yang sayangnya saya lupa judulnya. Dalam trailer acara televisi itu, dimulai dari dialog/diskusi dari beberapa orang wanita yang telah bercerai dengan suaminya. Di antaranya ada yang bercerita, bahwa suaminya lebih tertarik ke wanita yang lebih muda sehingga kemudian meninggalkan dia, kemudian wanita yang lain lagi juga komplain tentang suaminya….bla..bla..bla..

Kira-kira acara itu memang seputar para istri yang sakita hati karena merasa suaminya tidak loyal terhadap mereka. Kemudian di ujung trailer acara itu, si mbak yang jadi host acara menutup trailer dengan membandingkan antara yang pertama, anjing, dan yang kedua laki-laki. Dia bertanya kepada penonton, “Who is more loyal? This one (sambil menunjuk anjingnya) or that one (sambil menunjuk si lelaki)”. Kira-kira yang diungkapkan seperti itu. (mengenai kalimat yang exact saya gak terlalu memperhatikan, tapi inti trailernya seperti itu.

Di kesempatan lain, masih di televisi yang sama, ada sebuah tampilan iklan di televisi yang mengiklankan layanan iklan online berbasis video, di sana ditunjukkan seorang wanita profesional (kira-kira umurnya masih antar 20an-30an), yang membutuhkan kawan. Dia berjanji untuk selalu pulang jam 7 malam, dia orangnya bersih, rajin memasak, dan seterusnya. Hingga di akhir iklan, ternyata kawan yang dia cari adalah seekor anjing, karena dia baru saja kehilangan anjing yang setia menemaninya.

Sekitar 3 pekan yang lalu, saya berbincang dengan seorang kawan yang baru mengambil master di NUS (National University of Singapore), yang dia bercerita tentang hasil penelitian salah seorang profesor di NUS yang meneliti kehidupan wanita muda Singapura, yang dikatakan bahwa kecenderungan menikah di antara wanita muda Singapura mengalami penurunan, di saat yang sama, semakin banyak di antara mereka yang memelihara anjing untuk menemani mereka. Mereka berkilah, bahwa mengurus anjing jauh lebih mudah ketimbang “mengurus” suami, yang kadang suka protes, kadang suka ini, kadang suka itu, dll. Sementara, anjing tidak pernah protes, cukup diberi makan, dimandikan, dst.

Tingkat kepercayaan wanita di Singapura (dan barangkali di negara maju lainnya) terhadap makhluk bernama lelaki ternyata semakin lama semakin memudar. Ketika kecenderungan untuk lebih memilih “hidup” bersama anjing ternyata jauh lebih besar ketimbang memilih teman hidup dengan spesies yang sama, yakni laki-laki. Ketika jiwa kemanusiaan mulai memudar, ketika materialisme dan uang telah menjadi Tuhan baru bagi mereka. Ketika hidup bersama dengan manusia menjadi suatu hal yang merepotkan dan mengganggu kebebasan hidup mereka.

Ketika Tuhan menciptakan segala sesuatu di dunia ini dengan berpasangan, mereka lebih memilih untuk keluar dari fitrah kemanusiaan mereka. Mungkin mereka memang bukan manusia kali.

Aku sebel sama PANDI (jilid kedua) Wednesday, Oct 10 2007 

Gak tahu mau bicara apa lagi, tapi PANDI memang bener-bener bikin sebel jilid dua. Pada akhir bulan September kemarin saya memperpanjang dua buah domain:

  1. informatika.web.id
  2. tarbiyah.or.id

Sesaat setelah saya mengirimkan uang via Internet banking, saya mengirimkan email konfirmasi ke PANDI yang isinya bahwa saya telah memperpanjang dua buah domain.

emailpembayaran
Butuh waktu sekian hari (saya lupa, tapi sepertinya sekitar satu pekan, yang jelas lebih dari 4 hari) sebelum akhirnya PANDI memperpanjang domain saya, tapi anehnya di domain management saya, hanya satu domain saja, yakni informatika.web.id yang diperpanjang, sementara domain saya yang satu lagi, yakni tarbiyah.or.id tidak diperpanjang, dengan status Pending Renew. Alamak, saya konfirmasi untuk dua domain dan sudah dilengkapi attachment pembayaran dari Internet Banking, yang diperpanjang cuma satu saja. Lha satunya lagi nasibnya gimana ?

konfirm pandi

Udah gitu, tidak ada konfirmasi dari pembayaran@pandi.or.id bahwa domain telah sukses diperpanjang gitu. Seingat saya waktu saya perpanjangan domain cisco.or.id (yang sempat bikin heboh pengelola PANDI, karena register.net.id tidak bisa diakses dari Singapura), saya dapat email konfirmasi dari bagian Finance PANDI (DAHLI FIATRY) yang menyatakan bahwa domain saya telah diperpanjang. Tapi yang kali ini, gak ada konfirmasi sama sekali, saya baru tahu kalau salah satu dari dua domain saya yang saya perpanjang sudah diregister ketika saya iseng-iseng ngecek pengelolaan domain di websitenya, blas gak ada konfirmasi barang satu email pun.

Untuk itu, aku harus merasa sebel (jilid dua) lagi kepada PANDI. Gimana dong servisnya, gak bisa dong nanti tiba-tiba domainku dimatiin sementara saya sudah bayar.

The Stupid Kuis Ramadhan in Indonesia Monday, Oct 1 2007 

Setelah sinetron membuat stupid masyarakat Indonesia dengan jargon mereka, "Stupid Sinetron Indonesia", ternyata acara TV di Indonesia pada bulan Ramadhan pun terjangkit penyakit yang sama.

sukribo1

Terus terang saya nggak tahu persis bagaimana penampilan TV Indonesia dalam menyajikan acara-acara di saat sahur. Kalau dari celotehan rekan-rekan Kroner, hanya satu acara yang menarik perhatian mereka saat sahur, yakni sinetron besutannya Deddy Mizwar yakni Para Pencari Tuhan (sering disingkat sama mereka jadi PPT), selain itu …. ke laut aje …

Saya, karena tidak pernah melihat sendiri, hanya bisa membayangkan, kira-kira seperti apa sih acara TV di saat sahur jaman sekarang. Dan kartun Sukribo di atas cukup bisa menggambarkan apa yang terjadi.

Sekali, rakyat Indonesia diajak untuk jatuh ke jurang kebodohan dengan segala bentuk Pembodohan yang dilakukan oleh Imperialis Industri Televisi. Jika saya penggemar teori konspirasi, pasti saya akan mengatakan, "Ini pasti kerjaan dunia barat untuk semakin membodohkan bangsa Indonesia, sehingga mereka bisa mengambil kekayaan bangsa dengan lebih leluasa, semakin bodoh bangsa Indonesia, semakin mudah dijadikan budak oleh kita". Saya kira Komite Penyiaran Indonesia perlu membawa mereka semua (pengelola televisi) ke pengadilan dengan tuntutan telah melakukan pembodohan massal terhadap bangsa Indonesia. (tapi apakah mungkin ????)

Ramadhan semestinya menjadi bulan peningkatan keimanan, tapi kenapa menjadi bulan pembodohan???? ( :-(( nangis aku ….)

Ide tulisan:
Dari postingannya vetamandra di kronologger.com

Tips & Trik: Cara aman membajak tulisan Saturday, Sep 29 2007 

Barangkali anda pernah melihat sebuah blog/website yang penulisnya dicaci maki karena mereka menulis di website/blog mereka dengan tulisan bajakan, atau yang lebih dikenal sebagai KOPAS (Copy Paste gitu). Sungguh kasihan betul mereka. Sudah dicaci maki, dituntut meminta maaf, dan berbagai macam atribut disematkan kepada mereka.

Kenapa hal itu bisa terjadi? Karena satu hal, dalam membajak tulisan, mereka terlalu lugu, asal Select All, kemudian Ctrl-C, dan kemudian Ctrl-V, abis itu klik submit. Eng..ing..eng.. tinggal tunggu saja waktunya sebelum si empunya tulisan tadi atau fans si empunya tulisan tadi menemukan tulisan bajakan anda. Dan mereka pun akan merasa dibully oleh banyak orang ketika pada akhirnya dihujani dengan sejuta caci maki karena telah melakukan copycat tulisan original. Mereka itu adalah kelompok pembajak amatiran yang belum banyak bergelut dengan dunia underground blogosphere.

Nah, jika anda pemula blogger ingin melakukan pembajakan dengan cara aman, atau anda penggemar racun adsense, yang bingung blog/websitenya mau diisi apa, sehingga cuman asal copy dari website orang lain, ada beberapa tips dan trik yang perlu anda ikuti supaya anda aman dalam membajak tulisan orang lain.

Pertama, namanya saja copy paste, apanya yang dicopy? apanya yang dipaste? Ya anda harus rajin-rajin blogwalking ke banyak orang. Bisa menggunakan mesin pencari, atau datangi planet-planet yang banyak bertebaran di dunia blogosphere, atau datangi pemeringkat blog-blog layaknya pemeringkat rating AC Nielsen yang banyak dipakai sebagai patokan Stupid Sinetron Indonesia (*halah* gak nyambung blaszzz).

Kunjunginlah sebanyak mungkin website/blog yang kira-kira akan menjadi sumber inspirasi anda nantinya. Nah, blogwalkingnya jangan sembarangan. Jangan sekali-kali melakukan pembajakan di blog selebritis dan orang terkenal lainnya, seperti punya Priyadi, Ndoro Kakung, mas Fatih Syuhud, atau punyanya Sandy Nakamura. Resikonya terlalu besar. Blog mereka dikunjungi ratusan bahkan ribuan orang setiap harinya. Setiap kali ada posting yang masuk, ribuan pasang mata akan segera menyantapnya. Nah, ketika anda berniat membajak, bajaklah blog-blog tidak terkenal, yang ratingnya cukup rendah, semakin rendah semakin baik, contohnya blog yang satu ini. Kenapa? Tentu jelas, lha wong ada yang berkunjung ke blog mereka saja, mereka ini sudah bersyukur. Dibajak atau tidak tulisan mereka, toh sedikit orang yang bakal tahu.

Kedua, ketika melakukan copy paste, pastikan apa yang dicopy paste adalah bebas dari unsur kata-kata yang mengarah atau memberikan petunjuk si penulis. Seperti blog yang satu ini, pasti akan selalu ada kata-kata Originally written by Adil Makmur. Kata-kata ini sengaja disamarkan oleh si penulis dengan memberi warna sama dengan latar belakang, hal ini bermaksud menjebak para pembajak yang dengan begitu mudahnya melakukan instruksi Ctrl-A (Select All) – Ctrl-C (Copy) – Ctrl-V (Paste). Pastikan tulisan yang anda bajak bebas dari unsur pengarah tadi.

Ketiga, setelah melakukan pembajakan tulisan, lakukan manipulasi timestamp pada tulisan yang anda bajak tadi. Semisal, tulisan asli diterbitkan pada tanggal 31 Juli 2007. Tentu kalau kita memposting tulisan bajakan pada taggal 30 September 2007, ketika ada yang menemukan tulisan bajakan kita ini, mereka akan mudah menuduh kita sebagai pembajak tulisan. Karena tulisan bajakan kita baru muncul jauh setelah tulisan yang asli muncul. Ada dua cara untuk mengubah timestamp ini. Pertama, ubah tanggal di sistem operasi anda, pastikan tanggal di komputer anda telah dimajukan dari tanggal tulisan yang anda bajak. Cara kedua, tetap saja anda melakukan prosedur normal pembajakan. Setelah itu, masuklah ke mesin blog/website anda, lakukan pengeditan timestamp pada setiap artikel bajakan yang anda buat.

Dengan demikian, ketika si empunya blog atau fansnya menuntut, anda akan dengan lantang bisa mengatakan, “Coba lihat dulu tanggal postingnya bung, jangan asal tuduh. Sekarang siapa yang membajak siapa yang dibajak? Posting saya jelas-jelas sebelum posting dia.” Alibi ini bisa anda pakai ketika anda nanti disomasi oleh penulis yang asli.

Keempat, jika langkah ketiga tetap membuahkan somasi atau caci maki dari blogger sekitar, segera layangkan surat ancaman kepada penulis asli. Layangkan kepada mereka email dengan tulisan semisal seperti ini:

kalau anda terus-terusan mengirim spam peringatan dan email kepada kami,
kami  peringatkan hal ini tidak baik untuk kesehatan website joomla anda,
sekali lagi hal ini tidak baik untuk kesehatan website joomla anda

Sekian

Buat penulis asli menjadi keder dengan ancaman anda, kalau perlu bawa nama tentara atau polisi yang menjadi bekingi anda. Siapkan data-data mereka (catat namanya, alamat emailnya, YMnya, blognya, friendsternya, facebooknya, myspacenya, yahoo mash-nya, multiplynya, fupeinya, Hi5nya, dan nya-nya yang lain), seret ke kantor polisi. Berikan bukti timestamp tulisan anda di langkah yang ketiga tadi untuk bukti di kepolisian dan pengadilan kelak. Biar mereka pada kapok semua dan gak akan lagi memberikan email peringatan kepada anda.

Kelima, jika anda menjalankan bisnis racun adsense dari Google, sebelum anda kena email peringatan yang dikirimkan oleh orang yang mencaci maki anda, kirim email terlebih dahulu ke Google, dan laporkan blog/website yang asli sebagai pembajak tulisan anda. Sepertinya Google juga menganut prinsip FIFS, First In First Serve. Pastikan sesaat setelah membajak, segera laporkan penulis asli karena telah membajak tulisan bajakan anda.

Selamat melakukan pembajakan dengan aman, semoga sukses !

Save Our Children From Sinetron Now ! Saturday, Sep 22 2007 

savechildren

Sejatinya saya cukup bergembira, sebab selama ini tidak pernah bisa menikmati siaran televisi Indonesia. Walaupun secara geografis Singapura dekat dengan Indonesia (aka Batam), tapi di daerah saya (Jurong West), sinyal TV Indonesia kurang bagus penangkapannya. Berbeda dengan yang tinggal di daerah timur yang umumnya bisa menangkap gambar dengan cukup jernih.

Ada teman yang kasih link so kita bisa melihat acara streaming TV dari Indonesia, lumayan ada SCTV, Indosiar, TransTV, dan MetroTV. 4 saja cukup lah untuk mengobati rasa kangen.

Tapi begitu TV-TV ini kunyalakan, duh, isinya sinetron semua (kecuali MetroTV). Gak peduli Ramadhan atau tidak, sinetron jalan terus. Melihat sejenak sinetron Indonesia ternyata bisa bikin “perut mual” (berlebihan bangetz 😀 ).

Isinya ternyata semakin parah sejak terakhir kali saya berkesempatan melihatnya dulu. Mata melotot semakin menjadi andalan, alur cerita yang so unrealistic, seorang yang yang sangat dikuyo-kuyo oleh orang yang memiliki kekuasaan lebih, dst.

Jika sinetron ini “dimakan” bulat-bulat sama anak Indonesia, kelihatannya akan “merusak” jiwa mereka. Sifat membully yang biasa muncul di Sinetron, oleh orang yang lebih berkuasa kepada pihak yang lemah, entah ibu tiri (?) kepada anak tirinya, entah dari nenek yang judes ke menantunya, dan entah berapa banyak lagi contoh bully yang muncul di sinetron-sinetron itu betul-betul pada tingkat yang mengkhawatirkan. Anak-anak biasanya akan mudah mengimitasi dan mengadaptasi dari apa-apa yang mereka lihat. Namun apa lacur, justru yang mereka lihat adalah bagaimana cara melakukan bullying kepada pihak yang lebih lemah. Dan pihak yang lebih lemah tidak mampu melawan ketidakadilan dan penindasan dan mengandalkan “si peri” yang baik hati yang akan menolong mereka ketika ditindas.

Kekerasan menjadi konsumsi sehari-hari dalam sinetron kita, mungkin bukan fisik, tapi kekerasan psikis jelas nampak di sana. Hari demi hari, jiwa anak-anak bangsa Indonesia semakin rusak oleh beragam Sinetron yang nampaknya menampilkan sesuatu yang berbeda, tapi sejatinya sama.

Jika mau jujur, barangkali tidak ada yang suka dengan sinetron Indonesia, apalagi misal sampai ada sinetron dengan judul Tersandung season 10 (kapan tamatnya?). Tapi, pihak kapitalis TV Indonesia selalu beralasan, masyarakat menyukainya kok, jadi kita produksi terus. Padahal sejatinya, masyarakat kita memang sedang dicuci otaknya untuk mencintai dan menyukai sinetron-sinetron buatan mereka. Konsumerisme, hedonisme, kekerasan menjadi menu sehari-hari.

Sudah tingkat pendidikan rendah, yang dihadapi adalah penyakit mental kaya’ gitu. Mau kemana Indonesia ke depan? Jika membandingkan sedikit dengan “sedikit” sinetron yang ada di Singapura, setidaknya walaupun agak jayus gitu, tapi unsur pendidikannya pun kuat, dan tidak ditinggalkan.

Anak-anak kita adalah aset berharga masa depan bangsa kita. Save them from our “(stupid) Sinetron” now !

Next Page »