Penjagaan Heritage Tuesday, Dec 11 2007 

Satu hal yang kurang begitu saya jumpai di Indonesia adalah penjagaan terhadap peninggalan sejarah. Sejatinya, memang suatu bangsa hendaknya menjaga cagar budaya, agar generasi kita mendatang dapat mengerti dan menghargai bangsa mereka.

Adanya cagar budaya yang menjadi jembatan bagi kita untuk memahami dan mengetahui “perjuangan” para pendahulu, dan mengambil pelajaran darinya demi kebaikan di masa mendatang.

sultan Singapura sadar akan hal ini, sehingga meski negri yang dibangun adalah dalam nuansa modernitas, tapi mereka tetap mempertahankan apa yang disebut sebagai cagar budaya (meski kadang saya rasakan, juga demi bisnis semata, adanya cagar budaya tentu akan semakin menambah jumlah wisatawan yang ada).

Seperti foto di samping, yakni Masjid Sultan yang merupakan salah satu cagar budaya Singapura. Masjid ini dijadikan sebagai cagar budaya karena didirikan pada abad 19 oleh kesultanan Johor. Meski menjadi cagar budaya bukan berarti semuanya serba kuno, justru fasilitas di sekitarnya sangat memudahkan sekali bagi pengunjung yang hendak sholat, ataupun turis-turis yang sekedar ingin berjalan-jalan di sekitarnya, dan berfoto-foto.

Bahkan seorang kawan bercerita, dia mengirimkan foto toilet dan tempat wudhu masjid ini untuk kemudian dikirimkan fotonya ke temannya yang tinggal di Indonesia, temannya yang di Indonesia bercerita, bahwa toilet dan tempat wudhu di masjid Sultan ini, sangat jauh lebih bersih ketimbang kantornya. Apalagi mengingat “stereotip” masjid di Indonesia yang “kadang” kumuh.

Banyak sekali kawasan cagar budaya di Singapura yang tidak sekedar dipertahankan, tapi dirawat sedemikian rupa, bahkan mampu memberikan penghasilan bagi negri ini. Indonesia pun sebenarnya tidak kalah, hanya saja kadang kurang ada i’tikad yang serius dari mereka yang bertanggung jawab untuk melakukan pengelolaan wisata ini, malah sibuk menghamburkan duit sebesar 17.5 Milyar untuk sebuah website pariwisata yang biasa saja. Padahal dengan dana sebesar itu tadi dapat mengkonservasi cagar budaya yang kita miliki lebih banyak lagi.

(Saya sendiri pun yang juga “bermain” di ranah webhosting pun bingung, duit segitu banyak kok bisa ya dihabiskan untuk webhosting, emang honor pembuat webnya berapa besar ya? 1 milyar sendiri kah? Kalau gitu saya juga mau …he…he.., lagipula, nuansa “ngapusi”nya kok kentara sekali, ngakunya servernya ada di empat benua, padahal dari catatan DNS server, cuma ditampung di satu negara, yakni Singapura)

Dari sejarah, kita akan belajar banyak hal. Manusia terus berkembang cara berfikirnya, kebudayaannya, dan lain sebagainya, semuanya tidak terlepas dari peran sejarah yang menaunginya. Alangkah indahnya, jika catatan ini tidak lenyap begitu saja, sehingga kelak generasi penerus kita hanya mampu menikmati sejarah ini dari multimedia saja. Mereka tidak mampu menjamah secara langsung dan merasakan warisan budaya bangsa mereka.

Advertisements

Bila terulang kembali ? Friday, Dec 7 2007 

Bila blog anda (kembali) dibajak blogger pemula?

a. Dimaafkan
b. Dinasehati melalui email
c. Dibiarkan saja, cuek bebek mau dicopy ya monggo-monggo saja
d. Diperangi dengan mengumpulkan seluruh “bala kurawa” untuk komentar “pedas” di blog dia
e. …… (alasan lain silakan diisi sendiri)

???

Pada akhirnya saya bisa memaklumi, maka saya biarkan saja lah, toh mereka memang sedang berlatih dan belajar ngeblog. Harap maklum, sebagai seorang pemula, kadang masih bingung hendak melangkah ke mana.

Saya sendiri pun, dahulu mengawali “karir” blog ini dengan copy-paste, YA, benar sekali sodara-sodara, saya dulu mengawali karir blog dengan salah satu artikel copy paste di posting yang ke-tujuh, meski tentu saja, saya masih punya norma, paling tidak mencantumkan sumbernya (walau bukan berupa linkback ke website aslinya). Yang menarik, justru dari tulisan copy-paste itulah, kadang orang sering kesasar ke blog saya ini, bahkan dalam setiap pekannya selalu saja ada yang kesasar gara-gara keyword yang mereka pakai cocok dengan tulisan saya.

image Tak percaya? Coba search dengan Google (yang Indonesia atau mana saja juga boleh deh), dengan keyword “manfaat pepaya” … tuing-tuing … ternyata nangkring di nomer satu. Bahkan di Google Indonesia (http://www.google.co.id), kalau anda ngetik kata “pepaya” saja, juga dapat halaman satu (setidaknya di nomer dua gitu …).

Nah, hari ini ada satu website lagi yang sedang mengawali karirnya dengan copy-paste, ya tentu saja seperti permasalahan-permasalahan yang kemarin, sang penulis langsung copy semua tulisan yang saya muat di sana, kemudian dengan “semena-mena” mempaste tulisan tadi di Blognya. Tanpa sengaja, di tulisan tadi ada tautan yang masuk ke blog saya. Kena deh !! Kalau Matta bilang (gara-gara pak Syuhud yang kuliah di RSIS NTU yang bikin saya jadi tahu, group band matta itu apa, kirain temennya ustadz Anis Matta..he..he.. ) : “Ow..ow… kamu ketahuan, copy paste lagi, blognya orang lain !!

Makanya, pada akhirnya kembali saya memaklumi, bahwa semua ada permulaannya, meski pada akhirnya harus mengcopy-paste milik orang lain, tanpa izin tentunya. Meski demikian, ke depan, sang penulis juga harus diberikan pemahaman dan pengertian, untuk tidak sekedar mengcopy tulisan orang lain, apalagi sampai mengaku-aku sebagai miliknya.

Jangan sampai ada kasus penutupan sebuah blog lagi (sila cari di internet, blog pemula yang akhirnya ditutup gara-gara ketahuan copy-paste), gara-gara seorang newbie yang masih “hijau” dalam ranah blog ini melakukan copy-paste suatu tulisan.

Kecuali untuk blog yang satu ini, yang dengan sengaja seluruh isinya merupakan copy-paste demi mengejar tugas kuliah bahkan menyalahkan orang yang menyalahkan dia karena copy paste …. (kalau ini memang harus didatangkan seluruh “bala kurawa” untuk “memberikan pelajaran” ke dia …he…he..).

Blog pemula itu ada di sini, dan ini adalah tulisan saya yang kena copy-paste.

Iri … eh gak jadi "ding" :) Thursday, Dec 6 2007 

Namanya saja manusia, sifat iri pasti selalu ada. Begitu pula dengan saya. Iri terhadap apa?

Kadang saya iri dengan seleb blogger, kenapa mereka yang kadang isi blognya cuma satu kalimat, atau sepatah dua patah kata saja, dapat menghasilkan komentar puluhan. Ada seorang blogger yang termasuk seleb karena ribuan kunjungan per hari yang sampai ke blognya, yang pernah menasihatkan untuk menulis yang berkualitas di blog kita. Karena kalau isi blog kita ngawur, maka orang akan datang sekali saja dan cukup, dia tidak akan berkunjung kembali. Namun pada kenyataanya, karena mengejar something which always new everyday, menjadikan sang seleb ini yang menuliskan nasihat ini pun pada akhirnya menulis “ala kadarnya” saja.

Memang blog adalah hak bagi setiap penulisnya, orang lain selaku penonton cukup berkomentar saja. Tapi sungguh, ketika saya berkunjung ke blog yang senantiasa menyajikan sesuatu yang baru setiap harinya itu, saya berharap ada ilmu baru, kajian baru dan pengalaman baru yang bisa didapat. Tapi alih-alih mendapatkan itu semua, yang terjadi cuma mendapati blog yang tulisannya sendiri terkadang tak ada kualitas sama sekali. Memang tidak setiap hari sih nulis tulisan “sampah”, tapi akhir-akhir ini merasa kok tulisannya yang model sampah makin banyak, nggak ada greget, cuma karena wajib setor saja.

Memang bukan hak kita selaku pembaca mengatur si penulis blog, tapi sungguh sayang, dengan kesempatan yang dimilikinya karena dikunjungi ribuan orang per hari, tapi isi blognya cuma “sampah” saja. Andaikan tulisannya memuat sesuatu yang bisa “mencerahkan” para pembacanya, apalagi diarahkan untuk perbaikan diri (pembaca), perbaikan bangsa (sok patriotis dikit kan nggak papa … he..he..), dan lain sebagainya, tentu akan lebih baik lagi.

Tapi semua memang terpulang kembali ke penulis, mau nulis “sampah”, atau mungkin tulisan yang lebih bermakna, tentu suka-suka dia. Yang tentu saja tidak dapat didikte oleh para pembacanya.

Btw, lain halnya jika memang blognya didedikasikan khusus sebagai blog “nyampah” kaya punya Lutpi yang ada di sini , tentu setiap orang akan memakluminya, iya nggak Pi?

😀

Agnostic Wednesday, Dec 5 2007 

agnostic

Milis kampung-ugm baru rame tentang apa yang mereka sebut dengan roti spekuk yakni ketidakpastian akan sesuatu, dalam hal ini tentang apa yang disebut sebagai Tuhan, Surga, Neraka, yang semuanya tidak dapat dipastikan.

Mumet !, bahasa tingkat tinggi yang mereka pergunakan. Saya mencoba reply barang sekali dua kali, tapi tetap saja saya merasa debat yang terjadi lebih kepada debat kusir. Bagi saya, suatu perdebatan, hendaknya memang diarahkan untuk kerja, bukan NATO (No Action Talking Only).

Berhadapan dengan orang agnostik yang sudah mempersepsikan semuanya dari kacamata negatif (versi saya) memang susah. Semuanya memang diupayakan oleh kaum agnostik ini seilmiah mungkin, tapi tetap saja bagi saya, mereka tidak mampu menjawab perkara-perkara ghaib yang terjadi di sekeliling kita, tapi indra akal sehat dan fisik kita tetap tidak mampu menjangkaunya. Jawaban masalah ghaib yang nyata terjadi di sekeliling kita hanya selalu dijawab, bahwa manusia mengalami ilusi, halusinasi, atau parah lagi, dibohongi.

Suatu pertanyaan saya yang tetap belum bisa dijawab secara “ilmiah” oleh pengikut pemikiran Agnostik ini, “Bagaimana caranya dengan kalimat mantra-mantra tiba-tiba orang bisa terhalusinasi dan kehilangan kesadaran? apakah kalimat mantra tadi memiliki frekuensi tertentu yang membuat manusia jadi linglung dan kemudian menjadi kebal pisau tajam, kesurupan, makan beling, bisa lompat jauh sekali? Apa iya semua penonton dikaburkan matanya cuma dengan ilusi semata, alat optik apa yang dipergunakan sampai mereka semua melihat hal yang sama, orang tiba-tiba bisa kebal tombak yang dihujamkan ke dada mereka, pisau yang tajam sekalipun tak mampu mengiris kulit mereka?“. Kalau saya sih menjawabnya mudah saja, “Paling hanya Jin yang sedang bermain-main dengan mereka.

😉

Anda pernah bertemu dengan orang agnostic ???? Lebih dari sekedar free thinker yang tidak punya agama ….

(oalah) Patent Infringement Thursday, Nov 29 2007 

Patent Infringement? Makanan apaan sih?

Gampangnya, patent infringement adalah pelanggaran atas hak paten yang memungkinkan si empunya paten dapat menuntut orang/lembaga lain yang menggunakan hak paten miliknya tanpa membayar royalti, untuk kemudian diwajibkan oleh pengadilan untuk membayar pelanggaran atas hak paten yang dia miliki.

Quote dari wikipedia:

A patent provides the proprietor of that patent with the right to exclude others from utilizing the invention claimed in that patent. Should a person utilize that invention, without the permission of the patent proprietor, they may infringe that patent.

Pernah dengar OLPC kan? One Laptop Per Child? Yakni laptop yang didesain untuk anak-anak yang tinggal negara-negara berkembang atau negara-negara miskin, agar mengurangi digital gap antara mereka dengan anak-anak di belahan dunia lain yang lebih maju. Semua tahu bahwa tujuan pengadaan laptop murah ini memang ‘mulia’, yakni agar anak-anak di negara berkembang dapat pula merasakan dunia digital, mendekatkan mereka dengan jendela informasi, dan lain sebagainya.

Tapi ternyata, OLPC baru-baru ini "disandung" dengan kasus patent infringement, dan mereka akan dituntut untuk membayar sekian dolar (entah ribu entah juta) karena ada perusahaan yang merasa bahwa hak paten mereka, yakni dalam kasus ini, pembuatan keyboard multilingual telah dilanggar oleh penyelenggara OLPC yang setahu saya tujuannya adalah untuk non-profit.

Saya bukanlah pakar hukum yang tahu persis, tapi (orang jawa bilang) mbok ya o, laptop ini kan tujuannya sosial, tidakkah mereka bisa mengukur? Atas nama hukum, ketamakan dibungkus dengan legalitas, sifaat greedy yang bahkan tidak peduli dengan nasib kaum terbelakang yang bisa maju dengan adanya laptop murah tadi.

Benar-benar paten telah menjadikan mereka para penuntutnya kehilangan jiwa humanitarian mereka, yang ada di kepala mereka cuma … duit…duit … dan duit *sigh*. Seharusnya mereka malah mensupport OLPC dengan memberikan dukungan kepada laptop ini, agar lebih berkembang.

Patent Infringement ini pula yang dahulu pernah diucapkan oleh Steve Ballmer direkturnya Microsoft yang "gerah" melihat perkembangan Linux, sehingga komunitas Linux pun dituduh menggunakan paten mereka secara illegal dan siap-siap menghadapi tuntutan mereka.

Karena paten ini pula lah, kita tidak bisa menjual batik di Malaysia karena klaim yang dilakukan oleh Malaysia, sebagaimana tempe yang dipatenkan Jepang, dan lain sebagainya.

Come on, you are human guys ! Your greed will never make you satisfied. The more money you get from your greediness, the more you want it. Just the same as you drink the seawater, the more you drink, the more you get thirsty. Shame on You !!!

Sumber berita dari Computerworld.

Dhisik … dhisikan … Friday, Nov 16 2007 

Mbah Dipo bercerita masalah antrian, betapa banyak orang yang pinginnya didahulukan, sehingga menjadikan mereka tidak mau antri, demi mendahulukan ke”AKU”an. Saling sikut, saling jegal, saling jotos, saling hantam, demi mendapatkan segala macam posisi dan sesuatu yang mereka inginkan.

Fenomena yang sangat mudah kita temukan dan kita lihat di sekitar kita. Orang ribut karena rebutan zakat fitrah yang dibagi pengusaha kaya, orang ribut karena pingin dapat “salam tempel” dari Gubernur yang baru terpilih, orang ribut gara-gara macet dan memilih menerobos jalur bus (bus way), terlalu banyak untuk diceritakan kembali.

Belum lama ini ada peristiawa di China, ada orang yang mati karena keinjek-injek dan sekian puluh lain terluka gara-gara ada diskon pembelian minyak goreng di Carrefour sana. Semua orang pingin menjadi nomor satu, tanpa tepo sliro, tenggang rasa, yang kalau orang lokal Singapura sini bilang Kiasu. Seperti film Titanic yang kebetulan diputar lagi di Channel 5 Singapura tadi malam, tokoh perempuan (si Rose) yang hampir diblubhug-blubug-kan (ditenggelamkan) oleh seorang lelaki yang pingin cari selamat dengan menjadikan kepalanya Rose sebagai tempat dia pegangan agar tidak tenggelam.

Dalam sejarah Islam, ada satu kekalahan besar yang ditimpakan oleh Allah SWT terhadap kaum muslim, yakni saat terjadinya perang Uhud. Saat itu, pasukan pemanah yang sudah diberikan tanggung jawab melindungi pasukan dari atas bukit, terpana melihat ghanimah atau rampasan perang yang ada di kaki bukit sana. Jumlah pasukan ini tidak lebih dari 10 persen keseluruhan pasukan muslim. Meski Abdullah bin Zubair r.a. sang pemimpin pasukan pemanah telah menghalang-halangi mereka untuk turun, tapi karena rasa ke”AKU”an yang muncul tadi, menjadikan mereka desersi dari tugas, demi rebutan harta rampasan perang. Padahal, in the end, tetap saja ghanimah itu akan dibagikan kepada mereka juga.

Kesempatan yang tidak disia-siakan Khalid bin Walid yang masih musyrik saat itu untuk menyerang balik kaum muslim dengan memutari bukit, dan menyerang dari atas. Dan seperti yang diceritakan, cerai berailah pasukan muslim, dan banyak yang gugur, meski pada akhirnya dalam perang ini dua pihak sama-sama mundur.

Manusia kadang terlalu khawatir bahwa mereka tidak akan mendapatkan jatah dalam kehidupan mereka. Menjemput jatah dengan cara yang beradab tentu akan berbeda dengan cara yang tidak beradab. Seorang pebisnis dapat untung 100 juta tentu akan merasa berbeda dengan seorang perampok yang menggasak 100 juta.

Jangan dhisik-dhisikan (mencoba paling duluan dengan segala cara), tapi jangan pula kérén-kérénan (menjadi paling terakhir karena malas), yang sedang-sedang saja, kalau pas jatahnya nomer satu ya dapet nomer satu, kalau kebetulan dapat jatah terakhir ya disyukuri, kalau gak dapat? Siapa tahu jatah kita ada di tempat lain. Kita jemput jatah kita dengan penuh adab, santun, dan ilmu. Binatang saja banyak yang selalu antri ketika ada jatah makanan. Kenapa manusia tidak bisa?

Kronologger tren sesa(a)t? Tuesday, Nov 13 2007 

Biarlah pak Anang meninggalkan kronologger dan berpindah ke Jaiku, dan sedang mengevaluasi apakah layanan macam ini hanya akan berujung kepada apa yang disebut sebagai tren sesaat. Ya, kronologger memang berbeda dengan jaiku.

Tentu saja kronologger memang tidak bisa dibandingkan dengan jaiku yang dimiliki Google. Kronologger memang dibuat oleh seorang anak bangsa yang bahkan saat pembuatannya dia sendiri tidak kenal apa itu jaiku dan twitter. Hampir satu tahun sebenarnya umur kronologger, meski baru menjadi rame mulai bulan Agustus. Tentu sangat jauh fasilitas metropolitannya jaiku dibandingkan dengan fasilitas ndesonya kronologger.

Semua berawal dari modal nol, berdarah-darah, kurang tidur, dan sebagainya. Jaiku dengan fasilitas bandiwidth nan megah, server yang mewah, berbanding kronologger yang hostingnya pun harus share karena ketiadaan modal. Tapi di kronologger, semua tiba-tiba menjadi bersaudara dan menjadi keluarga. Semua merasa memiliki kronologger seperti milik sendiri yang sangat khawatir jika terjadi sesuatu hal dengan kronologger.

Semua pernah merasakan beratnya hidup bersama kronologger ketika peminatnya mulai banyak dan menjadikan aksesnya menjadi sulit, sehingga dengan berat hati harus pindah dari server IIX ke server SG. Seorang Ronnie pun harus bergadang berhari-hari demi menyelesaikan akses kron via Yahoo! Messenger, dan Vavai yang tidak henti-hetinya menerima request planet bahkan turut menyumbang space hostingnya sekaligus beli domainnya. Tapi tidak ada yang mengeluh, ketika mereka semua harus berjibaku bersama membesarkan kronologger. Bahkan ketika kronologger sempat “koma” selama satu hari karena servernya crash, di milis yang dibangun pun semua berdo’a demi kesembuhan kronologger. Setiap jam mereka refresh browser dan menunggu kehidupan kembali kronologger.

Bahkan dalam pesta blogger yang baru saja berlangsung beberapa waktu lalu, seorang iqbalir yang tadinya melaporkan kegiatan pesta secara langsung di blog resmi pestablogger pun mengalihkan laporannya ke kronologger. Ketika gempa terjadi di padang beberapa bulan yang lalu, tiba-tiba Yayahau menjadi reporter dadakan yang bahkan mengalahkan kecepatan berita detik.

Ada seorang yang tadinya hidupnya hampa, seorang Ghan yang menceritakan segala keluh kesah kehidupannya, hingga akhirnya dia merasa gembira. Ketika ternyata semua anggota keluarga kronologger menyemangati dia untuk menjalani hidup.

Bahkan jika tidak sempat melihat tivi atau mendengar radio ketika ada pertandingan bola, vetamandra pun tak segan-segan melaporkannya via kronologger. Sandy nakamura juga merelakan koneksinya untuk melaporkan kejadian demi kejadian di ajang balap Formula 1.

Kronologger pun turut berperan dalam menselebritiskan para blogger pemula (termasuk saya di antaranya ..he..he..), vetamandra yang tadinya malas ngeblog, karena sekarang punya keluarga di kronologger yang akan membaca blognya, maka dia menjadi rajin ngeblog.

Ya, kronologger bukanlah jaiku yang dipenuhi taburan seleb blogger seperti tika, herman, antobilang, maupun anang. Kronologger memang lebih banyak berisi orang-orang sederhana (meski ada pula sebagian seleb, seperti pak Budi Raharjo, Jennie, Budi Putra), orang-orang yang mencoba merangkak agar makin dikenal, makin didengar suaranya. Bahwa mereka pun turut dapat menyuarakan suara perubahan, bahwa tidak harus seleb blog yang senantiasa didengar di ranah blog. Bahwa orang kecil seperti Kang Pura, Hielmy, Iorme, Abahoryza, Erikani, Nugrahadi, dan SAYA 🙂  pun dapat didengar suaranya oleh dunia.

Kronologger memang trend sesa(a)t seperti kata bank_al, karena akan bikin anda ketagihan.

Percayalah ! 😉

Simpati saya untuk seleb blog Friday, Nov 2 2007 

Berawal dari komentar saya di blognya Jennie,
saya malah jadi terinspirasi untuk membuat tulisan ini

Seleb blogger, blog seleb, selebritis blogger, apapun namanya biasanya merupakan blog yang dikunjungi ratusan bahkan ribuan orang dalam satu hari dan kemudian dilanjutkan dengan tipikal dimana orang “berebutan” ngisi komentar PERTAMAX !!

Walaupun mungkin dia hanya menuliskan sesuatu yang tidak bermutu, atau cuma satu buah gambar, atau satu buah huruf barangkali, tapi kesempatan dia menulis memang selalu ditunggu-tunggu demi sebuah kata, PERTAMAX !

Bagi sebagian orang, mungkin dirasa tidak adil, bagaimana mungkin dengan tulisan yang hanya “gitu-gitu” aja dia bisa mendapat komentar yang begitu banyak, bahkan orang sampai berlomba-lomba untuk berebut menulis komentar pertama.

Tapi bagi saya, mereka memang berhak mendapatkannya karena mungkin mereka membangun brand produk blog mereka sekian lama (dengan tulisan-tulisan bermutunya) meski pada akhirnya mereka kehabisan ide dan hanya menulis satu dua patah kata atau bahkan sepatah-dua patah huruf.

Kemudian yang kedua, dalam dunia blogosphere, ada semacam kesepakatan tidak tertulis kepada seorang blogger untuk mengunjungi balik orang yang telah berkomentar di blognya. Nah permasalahannya, seleb blog ini senantiasa mendapatkan komentar yang mencapai ratusan, yang terus terang akan menyulitkan mereka untuk mengunjungi balik satu per satu dari komentar yang masuk di blog mereka. Untuk hal yang ini saya sedikit tidak sepakat dengan Jenni yang mengatakan “Do Not Disturb” di blog seleb tadi dengan cara menutup fitur komentar.

Saya ada beberapa saran kepada para blog seleb tadi, agar blog mereka tidak lagi dipenuhi oleh komentar junk, dan kembali menyehatkan nuansa silaturahim yang terbangun antar blogger.

  1. Perlu dikasih disclaimer, barangsiapa melakukan komentar PERTAMAX! penulis tidak segan-segan untuk mengAkismetkan komentar tersebut. Semakin sering seorang komentator di AKISMETkan, maka kemungkinan besar di saat yang lain, dia tidak akan pernah bisa lagi memberikan komentar, karena identitasnya sudah tertangkap oleh AKISMET. Hal ini demi menjaga kualitas komentar yang diberikan juga, tidak sekedar cepet-cepetan mencari posisi PERTAMAX !
  2. Kemudian, blog seleb tadi sebaiknya memberikan batasan maksimum jumlah komentar yang bisa masuk, misal 20. Jika komentar telah mencapai 20, maka fitur komentar akan otomatis ditutup. Dengan demikian, blogger seleb tadi akan punya waktu untuk berkunjung balik ke semua orang-orang yang berkomentar di blognya. Insya Allah, silaturrahim akan tetap terjalin. (meski untuk fitur ini, tentu harus mengubah sedikit script di komentar, yang sayangnya tidak bisa untuk blog gratisan)

Saya kira, kebanyakan blog seleb kan hosting sendiri, dan berdomain sendiri, meski ada juga yang di blogspot dan wordpress. Setidaknya bagi blogger seleb yang bisa akses script mereka, mengubah agar kondisi menjadi di atas bukan perkara yang sulit (kalau nggak tahu, kan banyak blogger IT di Indonesia yang bisa membantu).

Sebagai blogger seleb, tentu dengan banyak silaturahim tadi, komunitas blog akan semakin bergairah, karena biasanya blogger-blogger pemula akan merasa surprise bisa dikunjungi oleh blogger seleb tadi secara sekarang dia punya waktu untuk berkunjung, dan juga akan meningkatkan kembali kualitas tulisan blogger seleb tadi, yang tadinya merasa cukup dengan sepatah dua patah huruf kata dan menghasilkan ratusan komentar, menjadi bergairah untuk menulis yang lebih baik lagi.

Seen at Night Wednesday, Oct 31 2007 

.flickr-photo { border: solid 2px #000000; }
.flickr-yourcomment { }
.flickr-frame { text-align: left; padding: 3px; }
.flickr-caption { font-size: 0.8em; margin-top: 0px; }



Seen at Night, originally uploaded by teladan98.

My first posting from flickr. I’m trying to learn how to create a nice photograph, which I’m amateur in.

This is the tree just in front of my room’s window. Taken at 11pm, with the neighbor HDB flat as it’s background. The pic is far from perfect, but I’ll learn to improve it next time.

Sad news: Italy is going to restrict blogger Thursday, Oct 25 2007 

I must say as an Indonesian blogger a deep condolence for those Italian blogger. It’s very difficult for them if the proposed new law regarding blog is approved. A law that forced a blogger to register their blogger to the authority, even as a blogger you need to pay a tax (what a ridiculous law).

We all know, that even though in Indonesia, most people are still not aware of blogging things as it also relevant to that weno-blog are still low in the Internet penetration perspective, but people start aware to the blogs. Even we can say that blogs have become part of our source of information. Sharing each own experience which will be useful to others.

The restriction is somehow, IMHO, against what European always say, a freedom of speech which is a somewhat a great asset. Where people can express their mind and opinion, which of course sometimes create problem. But people can live and be dynamic if they have problem. Just imagine a life without problem? Just like a robot maybe 🙂

I should be grateful, at least until today, blogger from Indonesia are admired, even they can create a big event this weekend so called Pesta Blogger (a Blogger Party), the biggest gathering event for Indonesian Blogger, which I regret I couldn’t make it there. To many restrictions will only make people become rebels. Just let everything goes smoothly.

I hope the proposed law will be rejected.

Click here to read the full story.

Next Page »