Hari Raya Haji dikenalnya di Singapura, atau Idul Adha atau Idul Qurban yang lebih sering di sebut di Indonesia, insya Allah akan datang sebentar lagi. Mari belajar sejenak masalah qurban ini, ya biar isi blog ini seimbang, tentang masalah sosial, masalah IT, tapi juga tidak lupa masalah belajar agama.

Yang pertama, ibadah yang satu ini adalah ibadah spesial bagi kaum muslim, karena mereka akan … makan-makan …he…he (ibadah kok makan-makan😉 ). Tapi memang betul, karena hasil sembelihan harus dibagikan ke seluruh kampung, dan orang yang berhak lainnya untuk menerima daging qurban ini, dan untuk apa lagi daging qurban dibagi-bagi kalau bukan untuk dimakan. Tentu makan-makan bukan tujuannya, dia hanya merupakan efek samping dari ibadah yang dilakukan.

Ibadah qurban sendiri, kalau menurut Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazaairi dalam bukunya yang berjudul Minhajul Muslim, dicantumkan hukumnya adalah Sunnah Wajibah. Loh, piye to? Sunnah kok Wajib. Kamsudnya ya hukumnya adalah sunnah tapi ya dekat-dekat ke wajib gitu. Bagi siapa? Bagi yang mampu tentu saja. Satu hal yang pasti, ibadah ini tidak bersifat sekali saja seumur hidup, akan tetapi CUKUP SEKALI SETIAP TAHUNNYA !!!  halah, namanya Idul Adha ya setahun sekali … Jadi, jika anda adalah orang yang mampu beli kambing atau minimal 1/7 dari harga sapi (misal harga kambing 720ribu, tiap bulan anda bisa nabung 60ribu) maka hukumnya menjadi sunnah yang lebih dekat ke wajib (bahasa matematikanya Limit Wajib → 1). Kalau nggak nglakuin bagaimana? Dosa kah? … ehm kalau itu kurang tahu sih, tapi Nabi Muhammad berkata dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah,

“Barangsiapa yang memiliki kemampuan dan tidak menyembelih maka jangan dekati tampat shalat kami”

Jadi sebaiknya kalau sudah mampu, ayo-ayo, pada Ibadah Qurban !

Yang kedua, masalah hewan qurban-nya, apa saja? Ada Aa’, teteh, eh…bukan ding🙂, ya tentu saja binatang sembelihan seperti sapi, gibas, unta, kambing, tapi jangan diganti ayam loh ya, meski jumlah ayamnya yang dipotong sampai 24 ekor ayam, ya gak bisa disamakan dengan motong 1 ekor kambing, mentang-mentang profesinya juragan ayam.

Nah, kemudian ternyata ada “Qurban Idol” juga loh, ada binatang paporit buat disembelih. Kaya’ gimana sih? Kata ‘Aisyah R.A, Qurban Idol itu adalah Kambing Gibas, yang warnanya putih, terus pake kacamata item, sama kaos kaki item …. he…he.. Serius nih? Iyah, super serius. Besok pas jelang hari raya, coba cari aja, pasti ada tuh, kambing yang pake kacamata item sama kaos kaki item … gak percaya? Kalau anda sering beli hewan qurban pasti tahu, kambing yang model ginian. Masalahnya di Indonesia perasaan jarang ada kambing gibas? Adanya paling kambing congek jawa, sama kambing gimbal. Tapi setidaknya, besok kalau cari kambing, yang pake kacamata item, sama kaos kaki item, kan keren tuh !

Yang ketiga, qurban itu cukup satu, untuk satu keluarga. Jangan mentang-mentang bisa beli sapi sendirian, trus biar kagak dimongin … “wuih….kaya nih !!!“, trus pas diajuin ke panitianya, “Eh keluarga saya mau kurban sapi nih, atas nama Saya, Istri, si Sulung A, si nomer dua B, … dst sama si Bungsu E !“. Tapi apa nggak boleh satu keluarga kasih qurban lebih dari satu? Ya boleh saja, tapi satu binatang qurban sudah bisa mewakili satu keluarga (keluarga inti yang terdiri ayah ibu dan anak yang belum menikah, kalau keluarga simbah, pakdhe, bulik, dst ya tentu beda).

Yang keempat, kalau qurban, jangan minta jatah banyak-banyak. Maksimal sepertiga saja. Ntar perutnya jadi gembul trus jantungnya mbledhos karena hipertensi, dan tidak baik untuk kesehatan mata… ya jelas dong, masak daging dikasihkan ke mata, daging ya buat dimakan duong !! 😀 Kasih sepertiga yang lain untuk tetangga dan sepertiga lain untuk kalangan fakir miskin ya.

Segitu dulu, kapan-kapan kalau sempat disambung lagi.