visio-price Bagi anda yang sering menggambar diagram, kalau saya biasa untuk menggambar diagram jaringan (network diagram / topology), dulu saya sering pakai Visio. Memang keren sih, tapi ya itu, dulu (sekarang masih gak ya? ..he..he..) masih menggunakan produk bajakan. Tahu sendiri lah, harga Visio yang selangit.

Per produknya aja kalau dirupiahkan berkisar 3 juta sampai 6 juta sendiri. Ya mana ike sanggup buat beli. Apalagi dipakainya personal, kalau korporat sih mungkin tidak terlalu masalah. Jadi, mau nggak mau harus cari alternatif pengganti, karena dipakainya toh untuk personal.

Sebagai alternatif Visio yang mahal, saya memilih menggunakan produk yang sifatnya Online, jadi selain tidak perlu install-install, dokumen juga disimpan di Internet sana. Tapi jangan salah, meskipun disimpannya online, tapi bisa didownload kok, dalam bentuk JPEG, TIFF, sama SVG (Scalable Vector Graphics). Dan tentu saja bisa kita impor ke dalam dokumen kita.

imageProduk yang sekarang saya pakai adalah Gliffy. Dengan menggunakan produk ini, kita dapat membuat beberapa jenis diagram, seperti:

1. Floorplan, untuk diagram arsitektur
2. Flow Chart, membuat diagram alir
3. UML, untuk diagram program OOP
4. Entity-Relationship, dipakai buat
    merancang database
5. Network, untuk jaringan komputer
6. User Interfaces, untuk mendesain
    antarmuka software
7. Basic Shape, berupa geometri dasar

Dengan jumlah dokumen maksimum sebanyak 5 buah untuk versi gratisnya, saya kira sudah cukup memadai lah. Apalagi jika anda menggunakan gmail, bisa dibuat trik, cukup dengan satu email, tapi bisa daftar/sign-up berkali-kali (pegimane caranye? …he..he… lain kesempatan deh … Insya Allah dikupas tuntas …), sehingga dokumen anda bisa lebih dari lima (bahkan unlimited), dan tentu saja gratis. Dokumen ini tentu saja agar kita bisa mengedit kembali, kecuali anda membuat dokumen sederhana yang bisa dibuat ulang dengan mudah sehingga tidak perlu menyimpannya.

Alternatif yang lain adalah produk dari Autodesk yang bisa dibuka di sini, tapi tampilannya masih “relatif” sederhana dan kalah sama Gliffy, meski fiturnya juga tidak kalah. Terserah anda mau pakai yang mana, hanya saja sementara ini saya lebih sering pakai Gliffy. Cuma ada kelemahannya sih, kalau dibuka pake Firefox (di Windows, saya belum bandingin di Ubuntu saya), kadang suka hang.

Jadi, walaupun belum bisa bebas 100% dari produk bajakan, tapi setidaknya kita coba kurangi lah. OK !

😉