Namanya saja manusia, sifat iri pasti selalu ada. Begitu pula dengan saya. Iri terhadap apa?

Kadang saya iri dengan seleb blogger, kenapa mereka yang kadang isi blognya cuma satu kalimat, atau sepatah dua patah kata saja, dapat menghasilkan komentar puluhan. Ada seorang blogger yang termasuk seleb karena ribuan kunjungan per hari yang sampai ke blognya, yang pernah menasihatkan untuk menulis yang berkualitas di blog kita. Karena kalau isi blog kita ngawur, maka orang akan datang sekali saja dan cukup, dia tidak akan berkunjung kembali. Namun pada kenyataanya, karena mengejar something which always new everyday, menjadikan sang seleb ini yang menuliskan nasihat ini pun pada akhirnya menulis “ala kadarnya” saja.

Memang blog adalah hak bagi setiap penulisnya, orang lain selaku penonton cukup berkomentar saja. Tapi sungguh, ketika saya berkunjung ke blog yang senantiasa menyajikan sesuatu yang baru setiap harinya itu, saya berharap ada ilmu baru, kajian baru dan pengalaman baru yang bisa didapat. Tapi alih-alih mendapatkan itu semua, yang terjadi cuma mendapati blog yang tulisannya sendiri terkadang tak ada kualitas sama sekali. Memang tidak setiap hari sih nulis tulisan “sampah”, tapi akhir-akhir ini merasa kok tulisannya yang model sampah makin banyak, nggak ada greget, cuma karena wajib setor saja.

Memang bukan hak kita selaku pembaca mengatur si penulis blog, tapi sungguh sayang, dengan kesempatan yang dimilikinya karena dikunjungi ribuan orang per hari, tapi isi blognya cuma “sampah” saja. Andaikan tulisannya memuat sesuatu yang bisa “mencerahkan” para pembacanya, apalagi diarahkan untuk perbaikan diri (pembaca), perbaikan bangsa (sok patriotis dikit kan nggak papa … he..he..), dan lain sebagainya, tentu akan lebih baik lagi.

Tapi semua memang terpulang kembali ke penulis, mau nulis “sampah”, atau mungkin tulisan yang lebih bermakna, tentu suka-suka dia. Yang tentu saja tidak dapat didikte oleh para pembacanya.

Btw, lain halnya jika memang blognya didedikasikan khusus sebagai blog “nyampah” kaya punya Lutpi yang ada di sini , tentu setiap orang akan memakluminya, iya nggak Pi?

😀