Dulu saya tidak terlalu perhatian, tidak terlalu ngeh, gak gape. Kenapa ada orang gila yang mau beli MySpace seperti Rupert Murdoch bosnya jaringan Fox, kenapa ada orang yang mau menyeponsori Friendster, hingga kabar yang belum lama berselang adalah Microsoft yang beli Facebook.

Setelah sekian lama, ternyata alasannya jelas. Mereka butuh profil orang. Dan ternyata harga untuk mendapatkan data-data profil dari para pengguna adalah harga yang sangat mahal sekali. Dengan jumlah pengguna yang sekian puluh bahkan sekian ratus juta, harga survey untuk mendapatkan profil pengguna secara lengkap, mulai nama, asal, hobi, hal-hal favoritnya, jaringan orangnya, dan seterusnya tentu akan bernilai jauh lebih besar ketimbang share yang harus ditanam oleh Microsoft disana.

Misal, katakanlah kita atau mungkin perusahaan survey semacam AC Nielsen hendak mencari profil pengguna suatu produk, tidak akan pernah mungkin kita melakukan survey satu per satu dari setiap orang yang mungkin menggunakan produk tadi, atau pernah mendengar, atau sama sekali tidak tahu. Kita juga tidak mungkin melakukan analisis background pendidikan, kisaran umur, dan seterusnya dengan detail sekali. Paling banter adalah dengan teknik sampling. Biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan profil yang sangat detail sejumlah sekian puluh/ratus juta tentu akan menjadi berlipat ganda.

Dengan beli situs pertemanan ala Friendster, Facebook, MySpace dan kawan-kawannya, semua profile tadi akan didapat dengan mudah. Tanpa perlu usaha yang sangat rumit, dan membutuhkan proses lama. Mungkin memang ada beberapa profil yang minal waton alias bohong belaka, tapi kalau diprosentase, profil yang acak adut tadi tentu tidak sebanding dengan jumlah profil yang benar. Anda lihat saja di profile friendster saya, boleh dibilang secara sekilas, orang akan langsung tahu apa saja yang kita sukai, siapa saja teman kita, rentang umur berapa, yang ini semua nilainya sangat berharga, terutama buat marketing dan periklanan. Ketika anda mencoba berkunjung ke rekan-rekan lain yang ada dalam jaringan pertemanan saya ini, hampir sebagian besar juga akan memunculkan hal yang sebenarnya.

Seperti yang saya bilang, dengan faktor yang bisa diabaikan (identitas palsu dan ngayawara yang prosentasenya sangat kecil), perusahaan macam Microsoft akan mendapatkan semua detail profil pengguna dengan mudah, yang bisa saja kelak dijual kepada siapapun, misal pemasang iklan, bahkan mungkin pihak pemerintah. Masalah privacy? Ah, kaya’ tidak tahu saja, boleh saja mereka bilang tidak akan menjual privasi, tapi kenyataan tidak berbicara demikian.

Jadi siapa bilang US$ 240 juta itu mahal? Murah sekali bung !

Btw, pada bergabung di facebook kah sodara-sodara sekalian? Saya kok masih belum berminat ya😉