Tadi pagi saya pergi berkunjung ke rumah kawan yang berada di sekitar daerah Bedok, Singapura. Dalam perjalanan ke sana, turun dari MRT saya menuju ke terminal bus.

Sejenak saya perhatikan ada yang beda, ternyata ada baliho yang memberitahu ke khalayak bahwa bus nomor 14 sekarang diberikan fasilitas WiFi gratis, yang bisa dipergunakan oleh pengguna bus untuk mengakses Internet. Begitu saya pulang menuju ke rumah, saya perhatikan, di terminal bus Boon Lay tempat saya menunggu Bus untuk pulang ke rumah, juga ada spanduk yang sama (tidak saya perhatikan ketika berangkat pagi harinya). Ada dua bus yang diberikan fasilitas WiFi, yakni 179 yang ke NTU dan 242 yang ke arah perumahan HDB Jurong West. Akses WiFi ini memungkinkan karena ada perangkat HSPDA yang diinstalasi di bus, dan kemudian dikoneksikan dengan wireless access point.

Satu lagi akses WiFi bebas yang dapat dipergunakan, meski sebenarnya juga banyak yang mempertanyakan kemanfaatannya. Karena seperti bus 242 dan 179 yang kalau pas jam penuh, naudzubillah padatnya, semua berdesak-desakan, empet-empetan walau jumlah busnya banyak, tetap saja tidak pernah bisa sepi. Jadinya kapan kesempatan bisa ngenet dengan nyaman?

Dengan kondisi berdesak-desakan yang seperti itu, tidak mungkin kita bisa membuka laptop kita, paling banter jika pengguna bus menggunakan semacam PDA atau Handphone berWiFi, yang hanya sebagian kecil pengguna bus yang memilikinya, yang tentu tidak senyaman laptop jika kita ingin mengakses banyak hal. Lagipula jarak antara Boon Lay dengan NTU yang relatif dekat (sekitar 45 menit maksimal 1 jam total perjalanan PP) atau bus 242 yang ke arah Jurong West yang juga bukan merupakan jarak yang jauh, tentu tidak terlalu nyaman untuk berinternet, paling banter cuma buat ngekron๐Ÿ™‚

Tapi namanya saja Singapura, yang penting terkenal dulu, walaupun ntar juga nggak dipake ..he..he..๐Ÿ˜‰

Gambar dari sini.