Berawal dari komentar saya di blognya Jennie,
saya malah jadi terinspirasi untuk membuat tulisan ini

Seleb blogger, blog seleb, selebritis blogger, apapun namanya biasanya merupakan blog yang dikunjungi ratusan bahkan ribuan orang dalam satu hari dan kemudian dilanjutkan dengan tipikal dimana orang “berebutan” ngisi komentar PERTAMAX !!

Walaupun mungkin dia hanya menuliskan sesuatu yang tidak bermutu, atau cuma satu buah gambar, atau satu buah huruf barangkali, tapi kesempatan dia menulis memang selalu ditunggu-tunggu demi sebuah kata, PERTAMAX !

Bagi sebagian orang, mungkin dirasa tidak adil, bagaimana mungkin dengan tulisan yang hanya “gitu-gitu” aja dia bisa mendapat komentar yang begitu banyak, bahkan orang sampai berlomba-lomba untuk berebut menulis komentar pertama.

Tapi bagi saya, mereka memang berhak mendapatkannya karena mungkin mereka membangun brand produk blog mereka sekian lama (dengan tulisan-tulisan bermutunya) meski pada akhirnya mereka kehabisan ide dan hanya menulis satu dua patah kata atau bahkan sepatah-dua patah huruf.

Kemudian yang kedua, dalam dunia blogosphere, ada semacam kesepakatan tidak tertulis kepada seorang blogger untuk mengunjungi balik orang yang telah berkomentar di blognya. Nah permasalahannya, seleb blog ini senantiasa mendapatkan komentar yang mencapai ratusan, yang terus terang akan menyulitkan mereka untuk mengunjungi balik satu per satu dari komentar yang masuk di blog mereka. Untuk hal yang ini saya sedikit tidak sepakat dengan Jenni yang mengatakan “Do Not Disturb” di blog seleb tadi dengan cara menutup fitur komentar.

Saya ada beberapa saran kepada para blog seleb tadi, agar blog mereka tidak lagi dipenuhi oleh komentar junk, dan kembali menyehatkan nuansa silaturahim yang terbangun antar blogger.

  1. Perlu dikasih disclaimer, barangsiapa melakukan komentar PERTAMAX! penulis tidak segan-segan untuk mengAkismetkan komentar tersebut. Semakin sering seorang komentator di AKISMETkan, maka kemungkinan besar di saat yang lain, dia tidak akan pernah bisa lagi memberikan komentar, karena identitasnya sudah tertangkap oleh AKISMET. Hal ini demi menjaga kualitas komentar yang diberikan juga, tidak sekedar cepet-cepetan mencari posisi PERTAMAX !
  2. Kemudian, blog seleb tadi sebaiknya memberikan batasan maksimum jumlah komentar yang bisa masuk, misal 20. Jika komentar telah mencapai 20, maka fitur komentar akan otomatis ditutup. Dengan demikian, blogger seleb tadi akan punya waktu untuk berkunjung balik ke semua orang-orang yang berkomentar di blognya. Insya Allah, silaturrahim akan tetap terjalin. (meski untuk fitur ini, tentu harus mengubah sedikit script di komentar, yang sayangnya tidak bisa untuk blog gratisan)

Saya kira, kebanyakan blog seleb kan hosting sendiri, dan berdomain sendiri, meski ada juga yang di blogspot dan wordpress. Setidaknya bagi blogger seleb yang bisa akses script mereka, mengubah agar kondisi menjadi di atas bukan perkara yang sulit (kalau nggak tahu, kan banyak blogger IT di Indonesia yang bisa membantu).

Sebagai blogger seleb, tentu dengan banyak silaturahim tadi, komunitas blog akan semakin bergairah, karena biasanya blogger-blogger pemula akan merasa surprise bisa dikunjungi oleh blogger seleb tadi secara sekarang dia punya waktu untuk berkunjung, dan juga akan meningkatkan kembali kualitas tulisan blogger seleb tadi, yang tadinya merasa cukup dengan sepatah dua patah huruf kata dan menghasilkan ratusan komentar, menjadi bergairah untuk menulis yang lebih baik lagi.