Entah karena ketidakberdayaan kustomer atau alasan yang lain, sebenarnya kita semua mungkin sudah tahu bahwa hard disk yang kita beli ukurannya selalu lebih kecil daripada apa yang kita lihat di bungkusnya. Berikut perhitungan tipu-tipuannya

80 Gbytes versi pabrik = 80,000,000,000 bytes, sementara versi terbaca oleh PC adalah 74.505806 gigabytes

120 Gbytes versi pabrik = 120,000,000,000 bytes, sementara versu terbaca oleh PC adalah 111.758709 gigabytes  

Pada hakekatnya kita ditipu mentah-mentah oleh perusahaan pembuat hard disk semacam Seagate, Maxtor, dkk. Terutama yang saya tahu adalah Seagate. Saat ini ketika saya menulis tulisan ini, ada sebuah harddisk 80 Gbytes Barracuda 7200 ATA di hadapan saya. Di sana jelas-jelas terpampang tulisan ukuran sebesar 80 Gbytes yang seharusnya memiliki ukuran asli sebesar 85,899,345,920 yang berarti ada perbedaan sekitar 7 persen dari ukuran hard disknya, karena ketika dibaca oleh sistem operasi hanyalah berukuran 80,000,000,000 bytes alias sekitar 74.5 Gbytes.

Penipuan kah? Jelas iya. Beruntunglah konsumen Seagate di USA sana, karena berdasar keputusan pengadilan, mereka akan mendapatkan kompensasi kekurangan bytes yang ditipunya kepada konsumen berupa uang kompensasi, atau berupa backup atau free software.

Kira-kira, bisakah YLKI Indonesia bisa menuntut Seagate Indonesia? Supaya kita juga bisa beroleh benefit yang sama?

referensi berita : Computerworld