PA130190
*: gambar Istri yang nenteng tas plastik kuning

Lebaran 1 Syawal 1428 H kali ini, sekali lagi saya beridul fitri di KBRI Singapura. Tidak seperti tahun lalu yang sendirian, kali ini saya sudah didampingi istri😉. Sholat Id-nya sendiri dilaksanakan mulai pukul 8.15 pagi waktu Singapura, kelihatannya sih tahun ini jama’ah yang hadir lebih banyak, saya saja yang hadir pukul 7.30pun nyaris tidak dapat tempat untuk duduk. Kali ini, KBRI mengundang Drs. Asep Zaenal Ausop yang merupakan dosen ITB (kata temen alumni ITB sih dosen Agama di sana). Cukup berbeda dengan tahun lalu, kali ini khutbahnya begitu berbobot, khutbah yang penuh muhasabah dan refleksi diri. Salut untuk yang ini.

Selesai sholat, seperti tahun lalu, acara yang ditunggu-tunggu tentu saja acara Open House. Hanya saja kali ini sedikit berbeda dengan tahun lalu yang diadain di Aula Riptaloka, sekarang acaranya dipindah di rumahnya pak Dubes. Menunya di antaranya ada tape ketan hitam, kue kastangel, abis itu ada sate padang, dan ada sate “asli” tentu saja yang paling ditunggu-tunggu (maklum, di singapura satenya manis semua). Tapi kali ini, hujan yang cukup deras terjadi setelah selesainya sholat ied, sehingga kita makan-makan ditemani hujan deras (demi sekian tusuk sate, harus berlari menembus hujan :-D).

Di tengah hujan yang deras, ternyata kawan Muslim dari Myanmar ternyata juga ikutan ke KBRI, begitu juga ada kawan dari Prancis. Cukup lama kita berbincang, mulai dari cerita kawan saya yang dari myanmar yang baru saja menikah, kemudian cerita situasi politik di sana, dan lain-lain. Sementara dengan kawan dari prancis, perbincangan kita lebih bernuansa hal-hal ringan dan lucu tentang komunitas muslim. Yang menarik, karena kami ngobrolnya dekat dengan rombongan mbak-mbak PLRT (penata laksana rumah tangg alias TKW gitu), mereka jadi tertarik dengan orang prancis yang ngobrol dengan saya. Jadilah dia artis dadakan yang dimintai foto bersama.

Setelah itu, rencana saya dan istri untuk pulang lebih cepat pun jadi batal, karena sebenarnya kita mau ikutan acara syawalan di Bukit Batok jam 12. Karena sampe jam 10 hujan masih deras, ya sudah terpaksa ditunda sampai jam 11, itu pun ternyata masih hujan deras, tapi karena istri “ketanggungan” bawa krupuk buat acara syawalan, ya terpaksa naik taksi deh. 

Alhamdulillah, kita setidaknya dapat menikmati dengan baik acara demi acara di KBRI, walaupun hujan, tapi suasana lebaran Indonesia setidaknya bisa terobati karena kami tidak bisa pulang ke Indonesia kali ini.