Kemarin setelah di detik ada berita pelaku penculikan tertangkap, dan kebetulan aktivis Islam. Saya langsung ngomong sama istri, “Wah kemungkinan besar ini penculiknya pasti di NII

Kebetulan saya dulu punya kenalan mantan aktivis NII (alias eN Sebelas). Seperti yang telah banyak diungkap di media massa, atau pun di milis-milis. Mereka memang akan berupaya segala cara untuk mendapatkan uang, mulai dari menjual barang-barang mereka sendiri, berbihong kepada orang tua, mencuri uang teman, atau mungkin seperti modus terbaru, yakni penculikan.

Entah doktrin apa yang dipasang di kepala mereka, tapi yang jelas masalah uang ini selalu menjadi masalah mendasar. Ada kakak teman yang saat itu hampir mengikuti NII, tapi dia tidak mau diminta berbai’at, akhirnya saat itu “cuma” dipukuli.

Ketika kenalan saya tadi keluar dari NII, dia pun diancam dibunuh. Tapi Alhamdulillah, pada kenyataannya mereka memang tidak pernah melaksanakan ancaman itu. Hanya saja ancamannya benar-benar mengganggu.

Nah kebetulan di detik hari ini (Sabtu 25 Agustus 2007), juga dimuat tentang misi negara. Dugaan saya kalau mereka aktif di NII pun semakin kuat. Karena mereka mencoba mencari cara yang instan untuk mencari uang yang mungkin dalam rangka “menguatkan” negara mereka.

Kasihan sekali mereka yang telah menculik Raisyah, mereka dibodohi oleh “atasan” mereka. Sesungguhnya ba’iat mereka di NII bisa dibatalkan saja, karena mereka berbai’at kepada sesuatu yang batil. Bukannya kebaikan yang didapat, justru malah menjadi pelaku kejahatan.

Semoga pelakunya (Yogi dkk) menjadi tersadar, bahwa kejahatan itu jelas nampak di hadapan mereka.