“Ehm…mas saya mau check-in nih …”
“Boleh lihat tiketnya pak ?”
“Ini tiket saya ..”
“Hmm…wah pake e-tiket ya pak… tunggu sebentar”
(Sambil teriak) “Mbak, ini kalau ada e-tiket gimana ? Nanti di Jakartanya gimana ? …(blah…blah..blah)…”
(Beberapa saat kemudian) “Bapak, ini boarding pass-nya, e-tiket bapak kami ambil, silakan bapak menuju ke gate yang tertera di boarding pass ya ..”
“OK, terima kasih …”

(Sampai di depan gate, dicegat sama petugas bandara) “Permisi bapak, boleh lihat tiketnya ?”
Lah, tiket saya dah diambil sama Adam Air tuh pas waktu check-in, saya cuma bawa boarding pass ini …
“Wah, bapak nggak bisa masuk, soalnya kami harus mencocokkan tiket bapak dengan boarding pass…”
Wah gimana, la tiket saya tadi sudah diambil tuh ….

Karena petugasnya masih belum bolehin, akhirnya kukeluarin lagi e-tiketnya satu lagi. Untungnya aku ngeprint e-tiketnya dua, “Nih pak, tiketnya tuh kaya gini …“. Akhirnya diperbolehkan. Dari Hang Nadim, berangkat ke Jakarta, setelah sampai Jakarta, pas mau transit, ….

Mas saya transit nih, mau ke Jogja, ini boarding pass saya …
“Boleh lihat tiketnya pak ?”
Saya pake e-tiket …
“Oh tunggu sebentar pak … (sambil tanya ke temennya) mbak, ini e-tiket gimana ya ….?”
(setelah beberapa saat) “Bapak silakan langsung ke gate ya, silakan tunggu di sana)

Sebenarnya sih kemarin sempat ragu mau beli tiket Adam Air, mengingat reputasinya😀 tapi karena dia bisa melayani pembelian via Internet seperti AirAsia, dan mengingat AirAsia tidak ada tujuan ke Jogja, dan mengingat aku lagi males angkut-angkut barang bawaan di bagasi, akhirnya pesen tiket AdamAir via Internet.

Terus terang, selama ini sudah terbiasa dengan model AirAsia dengan beli-beli Onlinenya, dan karena mungkin selama ini sudah terlalu dimanjakan dengan AirAsia, akhirnya apa-apa harus online, kalau nggak ada pembelian via Internet lebih baik cari yang bisa beli lewat Internet.

Eh sampai di ground, ternyata para petugas AdamAir dan koordinasi dengan Angkasapura pun belum beres, mereka masih clingukan dengan sistem e-tiket via internet. Untungnya perasaan kecewa sedikit terobati, karena dari Soekarno-Hatta ke Adisucipto, kita dibawa pake pesawatnya Adam yang buat International Flight, karena kita juga berangkatnya dari Terminal Internasional, alias dari terminal domestik, dibawa pake bus ke terminal Internasional, dan dinaikkan pesawatnya Adam (yang setahuku) yang biasa dibawa ke Changi.

Be better next time lah

Dan terutama kepada petugas Angkasa Pura, tinggalkan dikit dong sifat arogan, kecenderungan men in uniform di Indonesia nih nggak bisa ramah dan kadang sedikit arogan. Moga-moga aja bisa berubah ke depannya.

ps: Denger-denger dari om yang kerja di pertamina hang nadim, akan ada Citilink dari Batam ke Solo, keliatannya bisa dicoba nih… maklum kalau dari Singapura tarifnya lumayan lebih mahal, jadi sebagai golongan proletar😀 kita-kita tetep pilih dari Batam, biar murah …he..he..