Seringkali dalam jagad dunia maya ini, terjadi berbagai macam perbedaan pertempuran pemikiran, pendapat, ide, dan lain sebagainya. Sudah cukup banyak kasus yang terjadi terutama dalam beberapa bulan terakhir ini di dunia Internet.

Dari sekian banyak kasus itu, ada satu “kelompok” blogger yang saya cermati, setiap tindak tanduknya selalu sama. Yakni melakukan copy-paste. Untuk itu saya akan menyebutkan untuk kemudian sebagai Generasi copy paste.

Cukup mudah mengidentifikasi mereka, yakni setiap kali ada perbedaan pendapat yang terjadi, apalagi jika pendapat tadi cukup menyerang pendapat mereka yang telah mapan. Biasanya yang terjadi, mereka akan segera membuat posting balasan. Entah itu di postingan blog mereka sendiri, ataupun dengan cara memberikan komentar berpanjang lebar di blog/website/forum orang yang menyampaikan pendapat yang berbeda.

Nah, generasi copy-paste ini tidak segan-segan mengumpulkan berbagai macam bukti (terutama yang ada di internet), untuk kemudian dengan “semena-mena” di Select All dan kemudian dicopy untuk kemudian di paste di kolom komentar blog orang lain, ataupun mereka akan segera membuat posting balasan di blog mereka sendiri dan sekali lagi mengcopy rujukan utama mereka dan kemudian mempaste balasan tadi. Bagi mereka, inilah tindakan paling ilmiah yang bisa mereka lakukan, demi mempertahankan orisinalitas sumber, demikian kata mereka.

Setiap kali dibalas dengan komentar,”Mbok jangan panjang-panjang komentarnya, kan kasihan yang bandwidth internet-nya kecil. Mending kasih link-nya aja di mana gitu, terus biar yang butuh silakan membuka link-nya“. Maka mereka pun akan menjawab, “Anda saja yang malas membaca, padahal katanya pingin cari ilmunya. Karena kalau saya pasang link-nya, belum tentu juga anda akan menjawabnya. Ampun deh…Seakan-akan mereka tidak bisa mempercayai para pembacanya. Padahal justru dari link, kita bisa mendapatkan orisinalitas sumber, ketimbang copy paste sekian puluh baris yang nggak jelas juntrungnya.

Secara umum, kita bisa mengatakan bahwa generasi copy-paste ini adalah generasi yang tidak bisa berfikir kritis, mereka hanya mempercayai satu sumber berita saja, tidak bisa diajak berfikir dinamis. Mereka terbelenggu oleh otoritas mereka yang melarang mereka untuk banyak membaca berbagai macam buku dan tulisan karena tidak ada sumber yang valid dalam pikiran mereka kecuali sumber dari otoritas mereka. Mirip lah dengan jaman pak harto yang semuanya serba TVRI, kalau ada berita yang berbeda, berarti berita adalah yang tidak sah, karena tidak dikeluarkan oleh kantor berita yang resmi.

Kalau saya mengatakan, generasi copy paste ini adalah generasi kaca mata kuda. Generasi yang tidak mampu lagi melihat suasana di sekitarnya, membaca kekayaan ragam manusia dengan berbagai macam lingkungan dan karakter masing-masing. Generasi ini telah membunuh “akal” mereka yang telah diberikan oleh Rabb pencipta Alam Semesta ini untuk dipegunakan memikirkan segala macam penciptaannya. Kalau bahasa kerennya wa yatafakkaruunaa fii kholqis samaawati  wal ardh (dan yang memikirkan dalam proses penciptaan langit dan bumi). Sehingga mereka tidak bisa berpendapat dan menentukan berdasarkan kemampuan berfikir mereka, tapi persis anak kecil yang kalau sudah dibilang nggak boleh, berarti tidak boleh, bukannya kemudian mencari tahu dan sadar kenapa tidak boleh.

Mungkin anda pun pernah ketemu dengan generasi ini? Selamat !😀

Singapura, 8 Juni 2007
di dekat ruang server yang kok ya nggak pernah nggak dingin …

Technorati Tags: ,