Bagi banyak organisasi, solusi Novell (jadoel) sering dipergunakan untuk menyiapkan File Server Environment. Secara gampangnya, ketika seorang client login ke komputernya dan masuk ke DOMAIN di mana dia tergabung di dalamnya, maka ketika didukung oleh solusi Novell untuk memberikan layanan File Server, secara otomatis ketika client selesai login, dia akan mendapatkan drive di dalam hard disknya. Misal, si client “aslinya” hanya memiliki drive C dan drive D (katakanlah CD-ROM), maka setelah dia bergabung dengan DOMAIN yang dikontrol oleh sebuah server (misal Windows 2003 Server), maka dia akan mendapatkan drive tambahan, misal drive E.

Untuk organisasi/perusahaan yang telah lama berdiri, umumnya untuk mendapatkan layanan seperti ini, mereka akan menggunakan server Novell. Dengan menginstall aplikasi Novell Client di setiap komputer pengguna, maka setiap client akan mendapatkan drivenya sendiri, dan tentu saja privillege tersendiri juga.

Hanya saja, masalahnya solusi seperti ini tentu saja bukan solusi yang murah, ya lagi-lagi UUD (ujung ujungnya duit). Nah adakah solusi yang demikian dengan open source? Jawabnya tentu saja ada.

OpenFiler namanya. Sebuah solusi berbasis open source yang mampu menggantikan fungsi Novell sebagai File Server. Dengan proses installasi yang tidak begitu rumit, dan sedikit “utak-atik” untuk konfigurasi hard disk. Kita akan mendapatkan satu server yang handal yang mampu menggantikan Novell File Server yang tentu saja berharga mahal.

Skenario yang sekarang ini baru saya kerjakan adalah seperti ini:

  1. Organisasi/Perusahaan ini mempergunakan Windows 2003 Server sebagai Domain Controller (dengan menggunakan Active Directory)
  2. Organisasi ini mempergunakan Novell File Server untuk File Sharing, otentikasi sepenuhnya diserahkan kepada Active Directory
  3. Saat ini, tidak ada pengaturan quota yang baik

Skenario solusinya:

  1. Tetap menggunakan Windows 2003 Server sebagai Domain Controller (dengan Active Directory)
  2. Tidak perlu install LDAP untuk memanage account user, biarkan saja Windows yang mengontrolnya
  3. Jalankan OpenFiler untuk memberikan layanan File Sharing, sementara di saat yang sama Novell File Server tetap berjalan (dalam rangka proses migrasi)
  4. Jalankan sinkronisasi satu arah dari Novell File Server ke File Sharingnya OpenFiler, sehingga semua isi data dari File Server yang lama dipindahkan semua ke File Server yang baru. Sinkronisasi bisa dilakukan dengan mempergunakan SyncToy, tool gratis yang bisa didownload dari websitenya Microsoft (kebetulan client-nya semuanya menggunakan Microsoft Windows)

Implementasi:
Implementasi OpenFiler sebagai File Server tidaklah rumit. Saat ini yang saya lakukan adalah menjalankan OpenFiler Virtual Appliance dengan VMWare player (yang tentu saja free), ukuran VMWare appliance ini sekitar 190an MB. Saya pilih mode bridge, dengan setting IP tersendiri yang tentu saja berbeda dengan IP host. Secara default, appliance ini tidak memiliki harddisk tambahan yang akan kita pakai untuk menyimpan file di file server, untuk itu saya tambahkan ke dalam setting file vmx-nya dengan hard disk yang digenerate dari www.easyvmx.com, . Bagi anda yang cukup kaya dan menggunakan VMWare workstation, menambah hard disk bukan perkara sulit. Tapi karena saya termasuk kaum miskin papa😉 makanya saya pakai harddisk yang digenerate oleh www.easyvmx.com, dalam kasus ini ukuran harddisk saya set sebesar 20GB. Hard disk ini nanti bisa diformat di dalam setting OpenFiler.

Di setting OpenFiler, di bagian autentikasi, dipilih Windows Domain Controller. Kita pilih active directory. Jika mau, bisa kita pilih expert view, tapi dari pengalaman cukup simple view saja. Isikan domainnya, misal KDOMAIN, kemudian IP dari domain controllernya, misal 10.10.1.2, ADS Realm gampangnya ini adalah alamat URL Domain Controller kita, misal student.institute.edu. Kemudian pastikan kita klik Join domain, isikan username Administrator (atau user yang juga memiliki hak akses sebagai Admin di Windows 2003 server) terus isikan passwordnya. Setelah diupdate, beri kesempatan OpenFiler untuk mengupdate data kira-kira satu menit, nanti bisa kita lihat di user list, apakah semua user yang tercatat di Active Directory nongol atau belum.

Setelah itu kita juga harus ngeset SMB setting, untuk menshare harddisk yang sudah diformat agar bisa dibaca oleh SMB. Caranya cukup mudah, setting Server string, isi dengan deskripsi File Server, NetBIOS boleh diisi sembarang, tapi jangan lebih dari 14 karakter, kemudian alamat WINS Server (biasanya sih, domain controller kita juga WINS server-nya), dan yang paling penting isikan SMB homes volume dengan hard disk yang sudah kita format tadi.
 

Nah, setelah ini, jika semua berjalan lancar, setelah user login dengan DOMAIN yang benar, maka dia akan mendapatkan file server di \\IP-address-file-server-atau-NetBIOS-name-server\username. Jadi misal ada username andri yang login di KDOMAIN, dan file server ada di 10.10.1.228, maka dia akan mendapatkan folder yang bisa dia pakai di \\10.10.1.228\andri, jika user bernama setiawan, maka dia akan mendapatkan folder di \\10.10.1.228\setiawan, begitu seterusnya. Langkah selanjutnya, kita tinggal melakukan mapping network drive ke dalam komputer client, sehingga nampak seperti local drive di komputer client. Bisa kita set dalam logon script-nya Windows yang kita set dari Windows 2003 server sebagai domain controller, sehingga setiap kali user login ke DOMAIN dia akan otomatis dapat drive tambahan di komputernya. Langkah selanjutanya tinggal memindah data dari File Server lama (Novell), bisa secara manual ataupun pakai SyncToy-nya Microsoft, ke dalam File Server yang baru. Dalam kasus ini, saya lebih prefer dengan cara otomatis yang pakai SyncToy.

Kesimpulan (dalam bahasa awam):
Dengan demikian, dimanapun user login, apakah itu di PC/laptop yang berbeda-beda, selama user melakukan login dengan DOMAIN yang sudah diset untuknya, dia akan mendapatkan drive/folder tersendiri. Sehingga client bisa bekerja dan menyimpan filenya di server. Dan ketika dia harus pindah PC/laptop ketika bekerja, dia tetap dapat mengakses file-nya tadi dan dia tetap melihatnya sebagai drive lokal dalam setiap komputer yang dia akses, tanpa harus kesana kemari menyimpan datanya di USB Flashdrive, atau di PCnya sendiri. User pun juga bisa menshare dokumennya tadi kepada user lain yang dia kehendaki dengan cara yang persis seperti ketika kita akan menshare folder kita di Windows agar bisa diakses orang lain.

Ke depan, insya Alloh (kalau ada waktu😉 ), tutorial yang lebih detail akan saya berikan. Soalnya tulisannya dah kepanjangen banget nih😉

Technorati Tags: , , ,