Tidak banyak yang bisa kutulis di sini. Semua menjadi kenangan yang begitu berharga dan mendalam dalam ingatan ini.

Kenangan kehilangan keponakan tercinta, kenangan perjalanan untuk berusaha menembus lautan manusia yang termakan isu tsunami, kenangan melihat tumpukan jenazah di pinggir jalan, kenangan melihat jalan raya yang terbelah. Kenangan melihat satu desa yang tadinya tidak bisa dilihat dari ujung sampai ujung, yang kemudian aku bisa melihat dari ujung satu ke ujung lainnya karena tidak ada rumah yang tersisa.

Kenangan akan hujan deras di malam gelap gulita tanpa pelita di saat sebagian besar orang tak lagi punya tempat berteduh, kenangan akan rasa marah yang datang ketika bencana ternyata membuat sebagian di antara kita begitu egoisnya dengan menutup jalan raya dengan tenda mereka dan menghalangi saudaranya di perbukitan sana untuk mendapatkan bantuan karena mobil bantuan tidak bisa melewati jalan itu.

Kenangan akan kulit yang menghitam legam karena setiap hari membersihkan reruntuhan gempa, kenangan akan rasa khawatir yang datang setiap hari ketika sedang tidur akan datangnya gempa susulan. Kenangan akan PLN yang tiba-tiba menyalakan listrik di saat kabel-kabel putus masih berserakan dan membuat korban lagi jatuh. Kenangan akan kemaha besaran Alloh SWT ketika Dia menjadikan segala sesuatu begitu mudah dengan kuasaNya. Berjuta kenangan yang tidak mungkin bisa dilupakan. Kenangan bagi setiap orang yang merasakan begitu lemahnya manusia di hadapan keagunganNya.

Semoga Alloh SWT mengampuni mereka yang meninggal karena gempa satu tahun yang lampau. Dan jauhkan masyarakat yang masih hidup saat ini dari kemusyrikan (sedih melihat masyarakat yang begitu dekatnya dengan kemusryikan, meski mereka telah diperingatkan Alloh SWT dengan gempa yang maha dahsyat).

Foto diambil 7 bulan setelah gempa, Rumah sudah mulai dibangun kembali, batu bata juga mulai disusun rapi kembali.

Technorati Tags: , , ,