Masih ingat kisah Paman Gober (Uncle Scrooge di versi Donald Duck aslinya) ? Ya, dialah paman dari Donald Duck yang paling seneng mandi uang di gudang penyimpanan uang miliknya.

Seperti gambar kartun di samping ini, liat saja sampai-sampai si Paman Gober ini lupa, berapa jumlah duitnya, padahal barusan dia ngitung semua uangnya dari setiap sennya. Terus liat juga ketinggian uangnya yang mencapai 100 feet, alias 30an meter, gudang isinya duit semua.

Saya nggak akan bercerita tentang Paman Gober, tapi cuma tergelitik saja setelah membaca berita detik di sini:

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/05/tgl/03/time/155245/idnews/775904/idkanal/10

Entah, sudah berita keberapa kalikah detik memuat berita tentang korupsinya keluarga Widjanarko di institusi Bulog, saking banyaknya jadi males ngitung.  Nggak cuma om Widjanarko saja, adiknya juga kena, keluarganya juga kena, anaknya juga kena. Baca berita itu terus jadi ingat paman Gober yang suka mandi uang, kok ya sama seperti Widjanarko yang waktu rumahnya digeledah, ditemukan satu kopor (kopor gedhe loh, bukan kopornya boneka barbie lagi) di kamar mandi. Apa om Widjanarko itu kalau mandi pake uang ya ? Terus sabunnya pake apa ya? Butiran intan berlian kali … apa enaknya lagi, malah bikin badan makin bau aja ….😉

Nggak habis pikir, berapa banyak sih duit yang dikorupsi? Kalau buat beli krupuk kira-kira bisa mengubur rumahnya yang mewah nan megah itu nggak ya …he..he😀 . Apa saking “miskinnya” om Widjanarko ini, sampe-sampe harus mengumpulkan segitu banyak harta, apa om yang satu ini ndak bisa dapet uang buat beli makan pa ya? Mungkin saya perlu nyumbang makanan buat om kita yang satu ini😛

Nggak punya uang memang susah, tapi keliatannya kebanyakan uang justru membikin orang semakin susah. Kaya’ paman gober yang mengamankan hartanya dengan pintu besi nan besar sekali, terus penjagaan yang ketat, supaya tidak dibobol sama gerombolan si Berat. Setiap hari hidupnya penuh kekhawatiran kalau uangnya bakal dicuri oleh orang lain. Liat saja sekarang om Widjanarko, hidup bermegah-megah ternyata tidak mampu membuat kehidupannya bahagia, bahkan menuju sengsara. Rumah mewahnya tidak mampu memberikan kenikmatan kehidupan buat dia, bahkan yang menikmati justru pembantunya ….

Sesungguhnya rizqi itu hanya ada tiga macam:
1. Sesuatu yang habis karena kita makan
2. Sesuatu yang habis (usang) karena kita pakai
3. Sesuatu yang habis karena kita infaq-kan

Kecelakaanlah bagi pengumpat dan pencela, Yang suka mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya, Mereka mengira bahwa hartanya akan mengekalkannya. Sekali-kali tidak ! Bahkan mereka akan dilemparkan ke dalam (neraka) Huthamah …

Naudzubillahi min dzaalik …