Tulisan ini masih merupakan sambungan dari tulisan sebelumnya.

________________________ Kali ini shahifah kedua yang dia buka, semua masih tercatat rapi. Beberapa pertanyaan yang muncul dalam forum diskusi yang dia kelola. Pertanyaan tentang fiqh, tentang hadits, tentang Alquran, dan masih banyak lagi yang lain. Ada banyak masa ketika ia tidak mampu menjawab pertanyaan yang ditanyakan dalam forum yang dibinanya. Sehingga dia pun “terpaksa” belajar lebih keras lagi, agar mampu menyajikan yang “terbaik” dalam setiap forum yang dikelolanya.

Sembari tersenyum simpul, dia ingat kembali saat awal-awal dia mengelola forum, disiapkan satu halaman penuh kertas HVS A4, dilipatnya menjadi dua, dan dia tulis semua bahan yang hendak dia sampaikan dalam font yang kecil-kecil sekali, estimasinya 45 menit dia akan menyampaikan materi itu, tapi ternyata, belum ada 15 menit, semua yang dia tulis di kertas itu sudah habis dibaca, bingung lah dia, sudah gitu dilengkapi dengan keringat yang membanjiri punggungnya, sampai bajunya basah kuyup …

Tapi seiring perjalanan waktu, tsaqofah (pengetahuan) yang dia miliki, tanpa disadari, semakin lama semakin bertambah banyak. Bahkan tanpa disadari, kadang dia mampu membaca kitab gundul yang sebelumnya sama sekali tidak mampu dia baca. Semua pertanyaan dari adik-adik binaannya yang kadang bikin “mati kutu”, ternyata justru menjadikan dia yang tadinya nol dan minim pengetahuannya, menjadi terupgrade secara otomatis. Yang tadinya untuk menyiapkan diskusi forum, dia butuh satu jam lebih karena banyaknya persiapan “materi” yang harus dia sampaikan, menjadi hanya sekian menit. Dia spare banyak waktu untuk membaca, diskusi, dan bertanya kepada yang lebih tahu. tentang banyak hal yang tidak diketahuinya. Bahkan dalam suatu waktu, kadang dia juga ditodong oleh kawannya yang lain untuk menggantikan forum yang dikelola oleh rekannya yang lain, anytime, dia pun siap. Subhanallah ….

Sebuah lompatan yang tidak pernah sama sekali dia bayangkan, yang kemudian dia catat dalam bukunya, “Sebanarnya, siapa sih yang jadi guru? Dan siapa sih yang jadi murid?“. Karena, kesempatan yang diberikan Allah padanya untuk mengelola forum binaan menjadikan dia menjadi lebih faham tentang ilmu dan diin.

Terucap dari lisannya, “Jazakumullahu khoiron katsiir … adik-adikku semua, kalian lah yang sebenarnya menjadi guru bagiku, banyak hal yang tidak kuketahui menjadi kuketahui, kalian telah memahamkan padaku tentang banyak hal. Hal jazaa’ al ihsaan illa al ihsaan ….🙂