Kejadian ini sih bermula dari kecilnya kapasitas email kantorku, yang hanya 10 MB (walau kemudian udah digedhein jadi 50 MB), kemudian gak ada SPAM assasin lagi, padahal email ini (gara-gara rajin ikut conference dan call for paper) udah terpampang di internet cukup banyak, jadinya pasti kena email harvesting (program pencari alamat email, biasa dipake SPAMMER), and bisa ditebak, setiap hari aku harus berjibaku nge-Delete SPAM di mailbox-ku.

Iseng-iseng aku buka setting yang ada di Gmail, eh ternyata Gmail membuka layanan baru (aku ndak tahu baru atau tidak, yang jelas terakhir kali aku liat, belum ada layanan ini), yakni layanan POP mail, but tidak sekedar POP mail seperti layanan webmail yang lain (kaya’ Yahoo misalnya), tapi POP mail, dan kalau kita reply email itu, sendernya bisa sender dari email kita yang asli. Nah untuk kasusku, email yang official dari kantor, didownload, kemudian jika kita perlu reply email tersebut, sender (mail from-nya) masih dari email kantor, bukan yang @gmail.com.

Setting gmail

So, kalau misal kita ikutan milis, kita dapat langsung reply ke email milis, walau kita terdaftarnya dengan menggunakan email kantor/email selain gmail ini. Karena sendernya adalah sender email yang lain.

Dengan demikian, kita bakal punya email kantor/official email, dengan kapasitas hampir 3GB plus ada fasilitas Anti SPAM, Archiver, dan yang jelas keunggulan Google, emailnya bisa dicari lagi, kapanpun kita butuh, tinggal search, ketemu deh emailnya.