Apa yang ada jarang disyukuri
Apa yang tiada sering dirisaukan
Nikmat yang dikecap
Baru kan terasa bila hilang
Apa yang diburu timbul rasa jemu
Bila sudah di dalam genggaman

Dunia ibarat air laut
Diminum hanya menambah haus
Nafsu bagaikan fatamorgana di padang pasir
Panas yang membahang disangka air
Dunia dan nafsu bagai bayang-bayang
Dilihat ada ditangkap hilang

Tuhan leraikanlah dunia
Yang mendiam di dalam hatiku
Kerana di situ tidakku mampu
Mengumpul dua cinta
Hanya cinta-Mu kuharap tumbuh
Dibajai bangkai dunia yang kubunuh

Menangis?diri ini, ketidaksanggupan diri menggapai cinta tertinggi, ampuni hambaMu ini.

__________________ Another Episode ____________________

Malam ini, setelah ifthar di Al Falah, Orchard, sedih, imam dari Trengganu Malaysia yang memimpin sholat, dengan bacaan yang sangat bagus (sueerrr….bacaan suaranya mirip 90% dengan Syaikh Syuraim Masjidil Haram) yang sayangnya tidak dapuat kuikuti dengan baik, hu..hu…, karena badan yang tidak bisa diajak kompromi, bahkan saat sholat aku sempat limbung hampir jatuh, aku hanya bisa mendengarkan, terlebih ketika do’a qunut dibacakan saat witir, seorang kawan yang membersamaiku tidak bisa berkata banyak, kecuali, Sungguh, inilah do’a terbaik yang diucapkan, membuat saya merasakan tarawih yang luar biasa….

Aku akan datang lagi masjid Al Falah, kuingin ikut mengamini do’a qunut yang terlantun di raka’at terakhir sholat witir, Insya Alloh…