Gak ada salahnya kan ?🙂 walaupun bukan foto model, walau pun bukan cover boy, tapi aku bangga menjadi manusia “biasa” saja, so sedikit narsis ndak apa lah, iya kan, bener kan, betul dong? (sayang, tv di rumah ndak bisa nangkep RCTI dari Batam dengan baik, ketutupan gedung-gedung nan menjulang tinggi di Singapura, jadinya ndak bisa nonton OB, bagi yang belum pernah nonton OB, mohon maaf, frase yang dicetak miring di depan boleh jadi anda tidak tahu :)).
Sebenarnya narsis kalau dari definisinya “kurang begitu bagus” seperti yang dikatakan disini, karena sifat berlebihan yang dilakukan. Tapi tampaknya kata ini telah mengalami “sedikit” penyempitan makna di masyarakat Indonesia, terutama yang menjabat “genre” muda, seperti saya ini barangkali narsis lebih dikatakan sebagai mencintai diri sendiri (secara berlebihan ?), dan biasanya ditunjukkan dengan foto-foto yang dipajang di website/friendster/blog/multiply and sejenisnya lah.

Tapi sebenarnya, kalau menganut prinsip “husnu dzon“, narsis sih boleh juga, karena kalau mengacu ke S?rat A?-?u?? ayat ke 11,

???????? ?????????? ??????? ?????????

Dan dengan nikmat dari Tuhanmu, nyatakanlah !
But the bounty of your Lord rehearse and proclaim!

So, betul kan? Kita memang harus diminta untuk menujukkan kebanggan kita karena nikmat yang telah diberikan oleh Alloh SWT😀. Terima kasih ya Alloh, Kau telah menciptakan aku dengan segala kesempurnaan sebagaimana yang telah Kau katakan.

Below is * mode Narsis ON * :