spamSebenarnya ada satu keuntungan orang Indonesia dalam dunia per-IT-an ini, terlebih dalam kasus worm/spyware/virus/SPAM. Ketika dulu kasus virus I Love You mengguncang dunia, Indonesia ternyata gak gitu kepengaruh, begitu juga worm-worm yang laen. Insiden yang biasa dilaporin sama detikinet ke kita-kita, biasanya juga kebanyakan virus lokal yang merajai Indonesia.

So kenapa ini terjadi? tidak lebih karena kita menggunakan Bahasa Indonesia dalam aktivitas per-IT-an kita, khususnya di dalam email. Kita lebih cenderung mengabaikan email-email berbahasa Inggris yang ditujukan kepada kita, apalagi kalau pengirimnya namanya nama asing yang kita ndak pernah kenal. Beruntung sih sistem email di kantor, maupun Yahoo, atau Gmail sudah dikasih anti SPAM, tapi tetep aja ada SPAM-SPAM yang nyolong ke inbox kita.

Dulu, biasanya ketika dapat email-email seperti itu, aku langsung kasih tanda cek, kemudian delete, dan masuk ke tong sampah (trash folder). Karena haqqul yakin 100% bahwa email yang masuk adalah SPAM. Biasanya pake keyword OEM Software, Make your life happier (biasanya iklan Viagra dan Cialis), dll. Saat itu bisa dengan santai saja membuang email-email itu, tanpa ada rasa khawatir, jangan-jangan ada kawan yang kasih informasi berharga.

Nah berhubung sekarang baru tinggal di luar negri, dan bahasanya pake bahasa Inggris, kurasakan kepekaan terhadap gituan (SPAM dkk) semakin berkurang. Emang sih mbuka email SPAM tidak akan menimbulkan apa-apa. Bahkan mungkin ketika dikirimi email bervirus sekalipun (selama ini insya Alloh) aman-aman aja, karena begitu dibuka ada attachment aneh, pasti langsung kubuang. Tapi bukan masalah itu, aku merasa telah membuang waktu yang berharga hanya untuk membuka rasa penasaran isi email. Kekhawatiran, jangan-jangan ini pengumuman penting dari kampus atau dari kawan yang ngasih informasi sesuatu pasti muncul. Akibatnya, setiap ada email yang lolos dari sensor Bulk Folder nya Yahoo atau dari SPAMnya Google, mau tidak mau biasanya aku buka email itu, dan setelah dibuka, betapa menyesalnya aku karena mau dikadali sama email tersebut, at least beberapa detiknya kebuang untuk mbukain mereka, sebelum akhirnya ngedelete email itu.
Kebiasaan baru yang buruk, hiks…Mbok lain kali SPAM jangan pake bahasa Inggris lah, pake aja bahasa khusus SPAM, yang hanya dimengerti oleh antar SPAMMER, jadi begitu masuk inbox, langsung bisa kuhapus, seperti kebiasaan jaman dulu kala๐Ÿ™‚