Beberapa hari ini diriku baru sering jalan-jalan memutari singapura, sekarang semua penjuru Singapura (West, East, North, South) semuanya sudah pernah kukunjungi, at least via MRT lah. Nah di beberapa tempat yang aku kunjungi itu, biasanya aku pasti nyempatin untuk memfoto beberapa scenery alias pemandangan sekitar sana.

Benar kata akh Radon, Singapur ini paling banter kita bakal merasa terkejut alias surprise, dan nyaman untuk jalan-jalan paling banter cuma 1 bulan, habis itu bosen. Dan perjalananku membuktikan perkataan dia benar adanya.

Setiap tempat yang aku datangi, semuanya nampak sama, nggak peduli West, East, South, maupun North, setiap kali turun dari MRT, it just look the same. Semuanya sama persis, nggak ada bedanya broer. HDB di mana-mana nampak sama. Keluar dari Boon Lay, ketemunya HDB, keluar dari Pasir Ris, ketemunya HDB, keluar dari Toa Payoh ketemunya HDB, keluar dari Sengkang ketemunya HDB, keluar dari Yio Chu Kang ketemunya HDB, pokoknya keluar dari mana aja, pasti ketemunya HDB, dan yang bikin “stres” semua bentuknya sama persis.

Makanya aku bilang di judul tulisan ini, Arsitektur di Singapura memang “Tiada Dua”nya, ya jelas tiada duanya, lha wong cuma ada satu. Kotak dengan variasi minimal, tinggi berkisar 10-12 lantai, warna kalau ndak Merah Bata, Kuning Cerah, Hijau Muda, pokoknya satu Singapura seragam deh.

So mungkin profesi arsitektur (yang menonjolkan keindahan bangunan) barangkali ndak terlalu dibutuhkan di sini, soalnya sudah ada blue print untuk semua bangunan. No need to design again lah, it waste your time dude.
Becanda..becanda..😀