Well, it’s been a long time ago the last time I have an independece day ceremony, malah aku lupa kapan ya? Apa waktu masih SMA (kelas 2) atau saat KKN (KKNku Juli-Agustus 2001), tapi yang jelas hari ini dengan semangat membaja, dibela-belain berangkat ke KBRI sejak jam 8 pagi (jam 7 waktu Indo Barat) dari Boon Lay naik MRT ke Redhill, diteruskan naek Bus 132 turun di Tanglin Rd terus jalan ke Chatsworth Rd.

Tujuannya sih bukan ikutan upacara, tapi pingin makan-makan, konon katanya sih makanan Indonesia. Tapi, karena acaranya dimulai dari upacara ya udah ikut upacara dulu. SURPRISE ! Begitu masuk ke KBRI kok banyak Jaket Almamater UGM, heran deh, kok bisa-bisanya banyak anak UGM, usut punya usut, ternyata mereka mahasiswa Arsitektur UGM 2004, yang lagi KKA (Kuliah Kerja Arsitektur), gile bener, buat acara gini aja perginya ke Malay ama Singapore…betul-betul anak-anak UGM sekarang kaya-kaya.

Kembali ke cerita, upacara yang cukup panas, untung bawa handuk (dicatat, Handuk, bukan Sapu Tangan), keringatku menetes dengan deras. Untungnya lagi, tidak ada acara Amanat Pembina Upacara, wah bisa semaput deh. Beberapa catatan saat upacara:
1. Pembina upacara datangnya telat
2. Tontinya lumayan, ada 3 banjar, isi 12 orang (kaya rokok aja :-))
3. Model upacaranya, kaya upacara Militer
4. Aku lupa sila ke 4 dari Pancasila (pas dibacain sambil ingat-ingat, kukira Kerakyatan yang dipimpin oleh … ternyata Kedaulatan yang dipimpin oleh …) hue..hue..
5. Pembukaan UUD ternyata aku masih ingat (kereeen !) kira-kira 80% isinya
6. Teks proklamasinya dibaca sama yang membawa, 17 Agustus tahun 1945, btw bukannya teksnya isinya 17-08-05 (versi baru diganti 45), yang kalau gak salah di teks asli ditulis Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
7. Semua staf kedubes pake jas, sementara kita-kita bebas bajunya, malah ada yang pake baju CCCP – PALU ARIT – (Komunis bok !)
Abis itu, ndengerin anak-anak Sekolah Indonesia Singapura, cukup seru juga nyanyiin lagu-lagu “wajib”. jadi ingat masa-masa ospek SMA yang disuruh nyanyi-nyanyi gitu.

Tanah air..ku..tidak kulupakan…
Kan terkenang sepanjang hidupku…
Biar pun saya, pergi jauh…
Tidak kan hilang, dari kalbu…
Tanah …ku..yang…kucintai…
Engkau kuhargai…

Ya, sekali-kali menjadi warga negara yang baik, boleh lah ikutan upacara (emang kalau ndak ikut upacara bukan warga negara yang baik????), btw selama upacara kali ini, karena ndak pake tutup kepala (peci/topi), kita-kita gak ada hormat-hormatan, seneng? (maybe … wakakaka). Selesai upacara, foto-foto, kenalan sama pak Judi Prasetyo (muridnya Mr. Onno, beliau moderator IMAS – Indonesia Muslim Association, manajer perusahaan security jaringan, Infonet pa ya (hi..hi..bisa apply nih di sini…qkkqkq), terus makan.
Aku baru ndak pingin nulis yang berat, cuma pingin cerita aja, tadinya pingin ngangkat tema nasionalisme…tapi…ah..terlalu berat, sudah banyak yang membahas, aku baru cari ide, topik nasionalisme, tapi tidak dari sudut pandang yang biasa orang ungkapkan..

Semua foto-foto 17an ada disini…