Barangkali kita sering melihat banyak sekali larangan yang ada di sekitar kita, misal: di POM Bensin ada tulisan Dilarang Merokok, di Taman-taman ada tulisan Dilarang Menginjak Rumput, di depan pintu keluar ada tulisan Dilarang Parkir di Depan Pintu, dan berbagai macam larangan lainnya.

Tapi baru kali ini aku lihat sebuah papan peringatan yang menarik. Tepatnya di wilayah East Singapore sebelum Mandarin Garder (arah ke Sekolah Indonesia Singapura), ada sebuah tanah kosong, ditulisi STATE LAND ! Enter at your own risk (Tanah Negara ! Silakan masuk, tapi tanggung resikonya)

Very interesting, seperti di Indonesia, bosen melihat orang-orang melanggar aturan larangan, udah jelas misal di kampus ditulisi dilarang merokok, tetep saja orang merokok sembarangan (kalau di Singapore sini, bisa-bisa kena denda 500 dolar (sekitar?3 juta), udah jelas ditulisi Dilarang buang sampah di sini, tetep aja orang-orang buah sampah seenaknya.

Sebuah hal yang menarik ketika government di sini mbuat papan notofikasi dengan cara yang berbeda. Sebenarnya mirip dengan beberapa gang-gang kampung di Jogja ada tulisan “NGEBUT ! Benjut !”, artinya orang sudah bosan memberi tahu orang-orang kalau dilarang ngebut, akhirnya silakan aja ngebut, tapi resiko dilempar batu. Mungkin di kampus pun bisa dibuat seperti itu, Silakan Merokok, Nilai Mata Kuliah Anda E…keren kan??🙂, atau Silakan parkir di sini, ban digembosi…kqkqkqk

Mestinya kalau edukasi kita sudah bener (bener gak sih edukasi kita sejak SD tuh???), ada atau tiada peringatan-peringatan itu sudah membuat kita nyadar. Bahwa kita tuh perlu hidup yang tertib..

See you in next story…

ps: sorry baru nulis, padahal udah satu minggu lebih di Singapore…abis sibuk urusan registrasi-registrasi melulu….